Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
BondowosoPemerintahan

Pedagang Pasar Sore Tetap Menunggu Kebijakan Pemda

By admin
April 19, 2021

Bondowoso,Motim-Kontroversi kebijakan relokasi pedagang sore pasar induk Bondowoso tak kunjung menemukan titik terang. Kendati demikian, pedagang mengaku akan terus bersabar dan tak akan putus asa dalam memperoleh keadilan.

“Kita akan terus berusaha sebelum menemukan solusi. Karena ini urusan perut,” terang seorang pedagang pasar sore, Endang Ganarsih, Senin (19/4/2021).

Pedagang ayam tersebut mengaku kecewa dengan kebijakan yang dibuat oleh kepemerintahan Salwa Arifin-Irwan Bachtiar Rahmat (SABAR). Karena ia menanggap kepemerintahannya justru membuat mereka kehilangan mata pencaharian.

“Kita kecewa. Karena kami memilih SABAR berharap akan lebih sejahtera seperti visi-misinya Bondowoso melesat. Bukan sebaliknya,” sesal ibu rumah tangga itu.

Bagi Endang, misi mandiri ekonomi yang dijanjikan hanyalah isapan jempol belaka. Karena semua pedagang sore yang jumlahnya sekitar 25 orang, kini ekonominya memburuk akibat sudah sekitar 3 bulan tidak berjualan.

“Katanya mandiri ekonomi. Sedangkan ekonomi kami memburuk. Tapi tidak ada solusi,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, para pedagang sore pasar induk menolak untuk dipindah ke lantai atas oleh Diskoperindag. Pasalnya, ketika berjualan di lantai dua dagangan mereka tidak lalu.

Konsumen dianggap lebih memilih berbelanja di bawah ketimbang harus naik ke lantai dua. Sehingga kebijakan tersebut dianggap merugikan dan hanya menguntungkan pedagang di timur pasar yang statusnya sebagai warga setempat.

Para pedagang sore sudah melakukan berbagai upaya agar aturan tersebut tidak diberlakukan. Mulai mengungkapkan aspirasi ke DPRD hingga kepada Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat. Sayang, upaya mereka sedikitpun tak membuahkan hasil.

Sementara dari pihak Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso memberlakukan aturan tersebut guna menjadikan pasar induk Bondowoso sebagai pasar ber-SNI. (Lis)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Bupati Salwa Minta Dukungan Menteri PPN Guna Pengembangan Ijen Geopark

Next

Diskanla Jatim Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengembangan Produk Bernilai Tambah Dimasa Pandemi Covid-19

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.