Pemerintah Korea Serahkan Secara Simbolis HIibah Unit Komputer Kepada Pemerintah Desa di Jawa Timur
Surabaya Motim – Pemerintah Korea menyerahkan secara simbolis hibah unit komputer kepada Pemerintah Desa di Jawa Timur. Penyerahan ini dilakukan dalam rangka kerjasama antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI dengan Korea Trade-Investment Promotion Agency (KONTRA).

Acara penyerahan ini dihadiri oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Yandri Susanto, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono. Hibah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan publik di desa-desa Jawa Timur melalui pemanfaatan teknologi informasi.

“Kami ingin melakukan transformasi digital tingkat desa, dan yang pertama itu adalah Jawa Timur. Kami ingin dengan adanya perangkat komputer dan pengamanan yang sangat tinggi, kita dapat memanfaatkan sistem digital untuk komunikasi, pengawasan, dan pemberdayaan,” ujar Menteri Yandri,Senin(22/12/2025)
Dengan adanya hibah ini, diharapkan Pemerintah Desa di Jawa Timur dapat lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tugas dan fungsinya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Kerjasama ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi kerjasama lainnya antara Pemerintah RI dan Pemerintah Korea dalam bidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap Jawa Timur menjadi percontohan desa-desa di Indonesia dalam rangka memanfaatkan transformasi digital desa. Dengan begitu, produk dari desa akan gampang dipasarkan, termasuk kebutuhan-kebutuhan yang ada di desa,” tambah Menteri Yandri.
Menteri Yandri juga menjelaskan bahwa pasca penyerahan komputer ini, pihaknya akan memastikan semua berfungsi dengan baik dan benar sehingga manfaatnya dirasakan oleh masyarakat. “Kami sedang melakukan administrasi untuk draft peraturan menteri desa yang akan mengatur tentang penggunaan dana desa untuk kebutuhan mendasar di setiap desa,” jelasnya.
Sekdaprov Jatim Adhy Karyono mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan , Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Desa dan PDT Republik Indonesia karena telah mempercayakan kepada Jawa Timur sebagai pilot project kerja sama antara Pemerintah Korea dengan Indonesia melalui hibah komputer ini.
“Hibah ini merupakan wujud nyata persahabatan dan kolaborasi internasional dalam mendukung pembangunan, khususnya penguatan kapasitas desa melalui transformasi digital,” kata Adhy.
Transformasi Digital Desa
Transformasi digital desa merupakan salah satu agenda penting pemerintah provinsi Jawa Timur. Digitalisasi desa diyakini mampu memperkuat transparansi, meningkatkan akuntabilitas, serta membuka peluang inovasi dan partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan.
“Namun demikian, transformasi digital tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ucap Adhy.
Inovasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengembangkan beberapa inovasi dalam transformasi digital desa, antara lain:
- Sistem Belajar Mandiri Tata Kelola Desa (Sibermata Desa)
- Sistem Administrasi Desa (Simanis Desa)
- Data Desa Center (DDC Sapa Desa)
Capaian Jawa Timur
Jawa Timur berhasil menempati peringkat pertama nasional sebagai provinsi dengan jumlah desa mandiri terbanyak di Indonesia. Berdasarkan keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal nomor 343 tahun 2025, Jawa Timur memiliki 4.716 desa mandiri, atau sekitar 23% dari total 20.503 desa mandiri nasional.
Data Statistik
– Angka kemiskinan di Jawa Timur berhasil ditekan hingga 9,5% per Maret 2025
– Kemiskinan ekstrem turun drastis dari 4,40% di tahun 2020 menjadi hanya 0,66% per Maret 2024
– Jumlah aparatur desa di Jawa Timur: 95.566 orang
– Jumlah anggota BPD: 55.092 orang
Kerja Sama dengan Pemerintah Korea
“Kami berharap kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Korea dapat terus ditingkatkan dan diperluas, tidak hanya dalam bentuk bantuan sarana, tetapi juga pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, serta inovasi pembangunan berbasis teknologi,” pungkasnya (*/ady)