Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
BondowosoDuniaGaya HidupGresikHeadlineSurabaya

Pemprov Jatim Tinjau Lokasi Tanah Gerak Pasuruan, Tim Geologi ITS Rekomendasikan Relokasi Warga Terdampak

By Redaksi Memo Timur
February 4, 2025

Surabaya Motim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur Sebagai tindak lanjut atas kunjungan Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, Kamis lalu, Tim Geologi ITS Surabaya bersama Tim Pemprov Jatim, hari Sabtu (1/2/2025), melakukan kajian pemetaan di lokasi kejadian gerakan tanah di Desa Cowek, Kec. Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Kajian pemetaan ini dihadiri langsung Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya (PRKPCK) Jatim I Nyoman Gunadi dengan didampingi Tim BPBD Jatim.

Sedang dari Tim Geologi ITS dipimpin Prof Ir Indrasurya B. Muhtar, selaku Guru Besar Geoteknik di Fakultas Teknik Sipil ITS.

Dari kajian di lokasi kejadian, Guru Besar ITS ini memaparkan, bahwa, fenomena gerakan tanah yang terjadi di Pasuruan ini dipengaruhi oleh kelerengan, kekuatan tanah, dan kandungan air.

Kandungan air yang tinggi, menurutnya, akan semakin meningkatkan tekanan dalam tanah dan memicu pergerakan.

“Retakan yang terus membesar dalam jangka panjang tentu akan semakin berbahaya, terutama saat curah hujan tinggi,” terangnya.

Untuk penanggulangannya, lanjutnya, akan membutuhkan biaya besar dan tidak menjamin efektivitas jangka panjang, karena luasnya area terdampak.

Karenanya, ia lebih merekomendasikan relokasi, mengingat kerusakan bangunan juga berdampak negatif bagi psikologi warga terdampak.

Rencananya, hasil kajian ini akan segera disampaikan kepada Pj Gubernur Jatim dan Pj Bupati Pasuruan untuk ditentukan langkah lanjutan. Seperti, pencarian lahan relokasi yang representatif dan aman.

Hadir juga dalam peninjauan ini, Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, Kapolsek Purwodadi dan perangkat desa setempat.(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Melangkah Lebih Baik dan Maju , Pj Wali Kota Mojokerto Menerima Penghargaan Innovative Goverment Award tahun 2024

Next

Sidang Paripurna DPRD Jatim , Pj. Gubernur Jatim Sampaikan Nota Penjelasan Perubahan Nomenklatur Dua BUMD

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.