Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
JemberPeristiwa

Pengamen Asal Pasuruan Ditemukan Mati di Bekas Warung

By admin
February 15, 2021

Jember, Motim-Sesosok mayat ditemukan warga tergeletak di bekas warung sekitar lampu merah Desa Kaliputih, Kecamatan Rambipuji, Minggu (14/02/2021) sekitar pukul 12.30 WIB. Mayat tersebut adalah seorang pengamen bernama Agus Supriyo (48) warga Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pasuruan. Diduga kuat, korban meninggal akibat penyakit jantung yang dideritanya.

Kanit Reskrim Polsek Rambipuji Ipda Andreas menceritakan, sekitar pukul 12.30 pihaknya menerima laporan dari warga Desa Kaliputih bahwa korban yang sering mengamen di lampu merah Kaliputih, ditemukan meninggal di bekas warung. “Saat itu juga anggota bersama petugas Puskesmas Rambipuji meluncur ke lokasi dan mengevakuasi mayat korban ke RSD Soebandi,” ungkap Andreas, kemarin.

Dari hasil pemeriksaan medis diduga kuat korban meninggal akibat serangan jantung. “Hal ini diperkuat dengan pengakuan pihak keluarga korban bahwa korban sudah lama menderita sakit jantung dan sesak nafas,” sambung Andreas.

Diketahui lanjut Andreas, sebelum pandemi covid-19 korban masih bekerja di tempat mebel. “Namun karena terdampak pandemi akhirnya korban tidak pulang ke rumahnya di Pasuruan dan menjadi pengamen di Jember,” katanya.

Lebih lanjut Andreas menjelaskan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. “Minggu malam jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga dari Pasuruan untuk dimakamkan,” pungkas Andreas. (sp)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Seluruh Ketua RT/RW di Lumajang Diharapkan Dapat Jaminan Ketenagakerjaan

Next

Kasus Pemukulan Oknum Anggota DPRD Jember Dilaporkan ke BK

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.