Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Headline Peristiwa

Bolehkah Puasa Senin Kamis Setelah Nisfu Syaban? Ini Penjelasan Lengkap Ulama Fikih

Jember – Umat Islam saat ini telah memasuki paruh kedua bulan Syaban 1447 Hijriah, tepatnya setelah tanggal 15…

Redaksi Memo Timur
By Redaksi Memo Timur
On
February 4, 2026
Headline Peristiwa

Olimpiade Musim Dingin 2026: Jadwal Lengkap, Lokasi, dan Cara Menonton

Jember – Bulan Februari 2026 bukan hanya menjadi momen besar bagi penggemar sepak bola Amerika. Meski Super Bowl…

Redaksi Memo Timur
By Redaksi Memo Timur
On
February 4, 2026
Headline Peristiwa

Penyebab Siswa SD Gantung Diri di NTT Terungkap: Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika…

Redaksi Memo Timur
By Redaksi Memo Timur
On
February 4, 2026
Headline Peristiwa Surabaya

Kabiro Perekonomian Jatim Tinjau Langdung Event Pasar Murah di Pasuruan

Langkah Nyata Jaga Stabilitas Harga di Jawa Timur Surabaya Motim – Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim,…

Redaksi Memo Timur
By Redaksi Memo Timur
On
February 3, 2026
Headline Pemerintahan Peristiwa Surabaya

Gubernur Khofifah Lantik Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemprov Jatim

Surabaya Motim – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan rotasi pejabat eselon II di lingkungan…

Redaksi Memo Timur
By Redaksi Memo Timur
On
February 1, 2026
Headline Jember Peristiwa

Plt.Kadishub Surabaya : Ratusan Jukir Surabaya Belum Kantongi KTA 2026, Dishub Imbau Segera Validasi

Surabaya Motim – Dinas Perhubungan Kota Surabaya mencatat ratusan juru parkir belum melakukan perpanjangan kartu…

Redaksi Memo Timur
By Redaksi Memo Timur
On
January 31, 2026
HeadlinePeristiwa

Penyebab Siswa SD Gantung Diri di NTT Terungkap: Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

By Redaksi Memo Timur
February 4, 2026

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda atau orang terdekat mengalami depresi atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.

Kasus tragis menimpa seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bocah laki-laki berusia 10 tahun berinisial YBR, siswa kelas IV SD, ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di pohon cengkih di kebun milik neneknya.

Peristiwa memilukan ini menyisakan duka mendalam sekaligus perhatian luas dari masyarakat dan pemerintah.

Polisi Temukan Surat Perpisahan

Saat melakukan evakuasi, aparat kepolisian menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga kuat ditulis oleh korban. Surat tersebut menggunakan bahasa daerah Bajawa dan berisi ungkapan kekecewaan sekaligus pesan perpisahan untuk sang ibu.

Kepala Seksi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, membenarkan keaslian surat tersebut.

“Surat itu betul. Petugas turun ke TKP dan menemukan surat itu. Anak itu sendiri yang menulis,” ujar Benediktus saat dihubungi, Selasa (3/2/2026).

Dalam surat tersebut, korban menyebut ibunya pelit, namun juga meminta sang ibu agar tidak menangis apabila dirinya meninggal dunia.

Dipicu Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

Penyebab siswa SD gantung diri ini diduga kuat dipicu oleh kekecewaan karena permintaannya untuk dibelikan buku tulis dan pulpen tidak terpenuhi.

Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, menjelaskan bahwa malam sebelum kejadian, YBR meminta uang kepada ibunya untuk membeli perlengkapan sekolah. Namun, permintaan itu tidak dapat dipenuhi karena kondisi ekonomi sang ibu yang serba kekurangan.

“Menurut pengakuan ibunya, permintaan itu disampaikan korban sebelum meninggal,” kata Dion, Selasa (3/2/2026).

YBR diketahui sehari-hari tinggal bersama neneknya. Rumah nenek dan ibunya berada di desa yang berbeda. Malam sebelum kejadian, korban menginap di rumah ibunya untuk meminta uang tersebut, lalu keesokan harinya kembali ke pondok neneknya.

Kondisi ekonomi keluarga korban memang tergolong sulit. Sang ibu harus menghidupi lima orang anak, sementara ayah korban telah berpisah sejak sekitar 10 tahun lalu.

“Hidupnya memang susah,” ungkap Dion.

Mensos dan Mendikdasmen Beri Perhatian

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi perhatian bersama, terutama terkait pendampingan keluarga tidak mampu.

“Kita harus memperkuat pendampingan dan data keluarga yang memerlukan perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan,” ujar Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan akan menelusuri lebih lanjut penyebab dan latar belakang kejadian tersebut.

“Saya belum tahu detailnya, nanti kita selidiki lagi penyebabnya,” katanya.

Kronologi Kejadian

Korban ditemukan gantung diri di pohon cengkih setinggi sekitar 15 meter, dengan tali sepanjang kurang lebih lima meter, pada Kamis (29/1/2026). Pohon tersebut berjarak sekitar tiga meter dari pondok tempat korban tinggal bersama neneknya.

Saat kejadian, nenek korban tidak berada di pondok karena menginap di rumah tetangga untuk membantu memecahkan kemiri. Korban pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak mengikat ternaknya di kebun tersebut.

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Kabiro Perekonomian Jatim Tinjau Langdung Event Pasar Murah di Pasuruan

Next

Olimpiade Musim Dingin 2026: Jadwal Lengkap, Lokasi, dan Cara Menonton

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.