Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
HeadlineHukum dan KriminalJember

Penyebar Wafer Bersilet Diduga Paranoid

By admin
August 4, 2021

Jember, Motim-Pria penyebar wafer bersilet di Jember diduga menderita paranoia. Yakni penyakit jiwa yang membuat penderita berpikir aneh-aneh yang bersifat khayalan. Tanda atau gejala yang menyerupai paranoia biasanya disebut paranoid.

“Dugaan awal pelaku ini mungkin paranoid. Seperti orang yang ketakutan tanpa alasan yang masuk akal,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AkP Komang Yogi Arya Wiguna, Rabu (4/8/2021).

Sebab, pria berinisial AG (43) ini menyebar wafer berisi potongan silet dengan dalih sering mendapat kiriman makanan serupa. Sehingga dia ingin mengingatkan warga yang lain dengan menyebar wafer yang dia isi dengan potongan silet.

“Tentunya kita tidak percaya begitu saja dengan alasan tersebut,” kata Komang.

Apalagi, AG juga berdalih menyebar wafer bersilet untuk menolak balak. Sehingga keterangan pria warga Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang itu sulit dipercaya.

“Makanya kita akan gali informasi mengenai keseharian tersangka ini,” katanya.

Bahkan ada kemungkinan polisi akan membawa AG ke psikiater. Hal ini untuk memastikan kondisi kejiwaan pria tersebut.

“Kalau memang dirasa perlu ya bisa saja kita periksakan ke psikiater,” pungkas Komang.

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Antisipasi Penyebaran Covid, Petugas dan Karyawan Samsat Jember Rutin Swab Antigen

Next

Produsen Mengadu ke Polisi

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.