Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
HeadlineJember

Pesan Rektor UIN KHAS Jember dalam Perayaan Idul Adha

By Redaksi Memo Timur
July 25, 2025

Jember, Motim– Idul Adha bukan sekedar momen ritual, melainkan panggilan untuk menggugah kesadaran spiritual di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern.

Rektor UIN KHAS Jember , Prof. Hepni, mengajak umat Islam menjadikan Idul Adha sebagai ruang evaluasi terhadap arah hidup dan kualitas ketundukan kepada Tuhan.

Dalam khutbah Idul Adha di Polres Jember , ia menekankan perlunya pemaknaan ulang atas kisah Nabi Ibrahim bukan hanya sebagai legenda, tetapi sebagai kompas moral.

“Kita tidak sedang membutuhkan selebrasi, tapi pencerahan. Idul Adha adalah panggilan untuk bangkit dari kepalsuan hidup dan kembali ke nilai pengorbanan sejati,” ujar Hepni.

Menurutnya, keberagamaan hari ini cenderung simbolik, terjebak dalam seremoni tanpa refleksi mendalam tentang makna di balik ibadah kurban.

“Kisah Ibrahim bukan kisah masa lalu. Itu adalah pelajaran abadi bahwa cinta pada Tuhan suatu saat menuntut pengorbanan pada yang paling kita sayangi,” tambahnya.

Ia mengingatkan umat bahwa ketaatan Nabi Ibrahim, keikhlasan Ismail, dan kesabaran Siti Hajar adalah teladan lintas zaman yang patut dihidupkan kembali.

Lebih lanjutnya, ia menyitir ayat QS. Ash-Shaffat sebagai jawaban spiritual: “Inni dzahibun ila Rabbi, sayahdin” perjalanan menuju Tuhan adalah arah hidup sejati.

“Di zaman ini, kita butuh lebih dari seremoni. Kita butuh pribadi-pribadi yang berani meninggalkan zona nyaman demi nilai ilahiah,” ujarnya.

Bagi Hepni, keteladanan Ibrahim harus diwujudkan dalam sikap hidup yang menempatkan Tuhan di atas ambisi, kekuasaan, dan harta benda.

Ia menutup khutbah dengan ajakan, “Mari lahirkan kembali jiwa-jiwa Ibrahim, Ismail, dan Hajar dalam diri kita. Demi dunia yang lebih jujur ​​dan penuh keberkahan.”

Idul Adha tahun ini, menurutnya, harus menjadi titik balik untuk menata kembali orientasi hidup dari sekadar prestasi duniawi menuju ridha Ilahi.

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Dampak Suara Jika Capai 130 Desibel Menurut Pakar Fisika UIN KHAS Jember

Next

I Nyoman Gunadi Mewakili Gubernur Jatim Buka Forum Anggota Inkindo Jawa Timur 2025

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.