Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper

Puluhan Mahasiswa Demo Tolak Tambang dan Tambak

By admin
September 29, 2021

Jember, Motim-Sekitar 40 mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jember  berunjuk rasa dan menggelar aksi teaterikal di depan DPRD Jember Jl. Kalimantan. Aksi itu sebagai bentuk penolakan terhadap adanya pertambangan dan tambak di wilayah Jember, yang dinilai merugikan masyarakat.

Puluhan mahasiswa itu berkumpul di depan Kantor DPRD Jember sekitar pukul 08.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan membentuk lingkaran di Bundaran DPRD Jember.

Selain penyampaian orasi, mahasiswa juga melakukan teaterikal dengan adegan orang-orang yang melakukan penindasan terhadap petani dan nelayan.

“Kebetulan kita masih dalam rangka merayakan Hari Tani Nasional 2021. Aksi kami dari 40 mahasiswa ini, menolak adanya pertambangan dan tambak di Jember. Khususnya di wilayah Desa Paseban,” kata Korlap aksi Dyno Suryandoni saat dikonfirmasi di lokasi aksi, Rabu (29/9/2021).

Menurut Dyno, tambang dan tambak berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu kondusifitas masyarakat.

“Khususnya di Paseban yang dilakukan oleh investor yang nantinya akan dilakukan praktik pertambangan pasir besi,” ujarnya.

Dengan adanya potensi negatif itu, lanjut Dyno, pihaknya mendesak pemangku pemerintahan untuk memberikan perhatian serius.

“Lewat aksi teaterikal ada bupati, Ketua DPRD, dan Investor adalah bentuk penindasan terhadap rakyat jika tidak ada perhatian pemerintah. Sehingga kami GMNI Jember mendesak agar para pejabat itu memperhatikan jeritan rakyatnya,” ulas Doni.

“Dalam aksi hari ini, kami juga mengajak perwakilan masyarakat dari Desa Paseban untuk nantinya kami ajak dalam menyampaikan aspirasinya. Setelah aksi ini, akan kami lanjutkan dengan hearing (rapat dengar pendapat) ke DPRD Jember,” sambungnya.

Aksi ini kemudian dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi ke dalam gedung DPRD Jember.

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

DPU BMSDA Tak Akan Lunasi Pembayaran Jika 2 Persen Kurang dari Spek

Next

Sering Bikin Onar, Napi Lapas Jember Dipindah ke Nusakambanga

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.