Puluhan Pelaku Usaha Mikro Kembali Mendapat Pelatihan Keterampilan Olahan Ubi
Bondowoso, Motim-Sedikitnya 30 orang tersebar di kabupaten Bondowoso Pelatihan Olahan Ubi selama 3 hari di Aula SMK PP Negeri 1 Tegalampel. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Kabupaten Bondowoso
Pejabat Pelaksana Tekni Kegiatan (PPTK) Diskoperindag Bondowoso, Naning Prilliyawati mengemukakan, kegiatan pelatihan pembuatan olahan ubi sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan keterampilan dalam meningkatkan ketahanan pangan yang ada di kabupaten Bondowoso.
“Pelatihan ini nantinya dapat membekali masyarakat dalam berwirausaha dan berbisnis khususnya dalam pengolahan ubi. Dengan pelatihan ini, pelaku usaha diajarkan mulai dari pemilihan bahan baku sampai proses akhir hingga menjadi olahan yang siap dikonsumsi masyarakat,” kata Naning Prilliyawati. Senin, (31/8/2020)
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso Sigit Purnomo, yang diwakili oleh Kepala Bidang Usaha Mikro, Edy Soetrisno, menyampaikan terima kasih kepada para pelaku usaha yang telah mengikuti pelatihan ini. Edy berharap para pelaku usaha dapat mengembangkan pengetahuannya dengan memanfaatkan olahan pangan lokal yang ada di sekitar, sehingga nantinya bisa mengolahnya menjadi makanan/olahan yang marketabel.
“Kita sangat beharap peserta dapat aktif mendalami pengetahuan dan kemampuan berwirausaha sehingga bisa mengaplikasikan ilmu dan praktek yang didapatkan selama pelatihan di SMK PP Negeri 1 Tegalampel,” kata Edy Soetrisno.
Narasumber dari SMK PP Negeri 1 Tegalampel yang memberikan cara dan trik proses pembuatan ubi menjadi olahan makanan ini, karena selama ini ubi hanya bisa direbus dan digoreng. Padahal, ubi bisa dijadikan olahan makanan yang enak serta bernilai jual tinggi.
“Kali ini ubi dibuat menjadi olahan Schotel dan nugget, dimana yang kita ketahui Schotel dibuat dengan macaroni dan nugget dari daging ayam dan sapi. Hasil yang didapatkan, cita rasa dan tampilannya tidak kalah bagus dengan olahan berbahan lokal lainnya,” tegasnya.
Selain itu, para peserta juga dibekali SOP terkait cara untuk memperlakukan bahan pangan sampai proses pengolahan yang baik, benar dan higienis. “Hal ini penting dikarenakan hasil produk yang dihasilkan akan dikonsumsi oleh kita sebagai makhluk hidup,”ujarnya.
Meski dalam kondisi pandemi covid 19 masih berlangsung, membuat semua orang terutama pelaku usaha diharapkan harus secara cerdas menyikapi keadaan. Menurutnya, berpangku tangan bukanlah solusi tetapi bagaimana caranya bertahan hidup terlebih lagi mempertahankan supaya tetap berpenghasilan.
“Banyak pelaku usaha memutar otak bagaimana caranya usaha yang sudah dijalani tetap berjalan meskipun tidak seperti dahulu sebelum pandemi datang. Berkreasi dan berinovasi itu yang harus terus ditumbuhkembangkan dalam jiwa seorang pelaku usaha,” kata Edy menambahkan.
Dia mengungkapkan, Enterpreneurship, manajemen dan pemasaran produk juga menjadi materi pelatihan olahan ubi ini. Termasuk pemasaran produk dan manajemen bisnis menjadi salah satu permasalahan bagi pelaku UMKM selain modal, karena para pelaku usaha masih banyak yang belum paham tentang manajemen suatu bisnis.
“Kita melihat antusiasme peserta dalam pelatihan mengolah ubi sangat besar. Terbukti dengan keaktifan peserta saat bertanya di sesi tanya jawab. Peserta mendapat teknik pengolahan makanan, pewarnaan makanan yang baik dan aman, tips dan trik tentang cara memilih ubi, mendisplay dan menghias makanan, serta cara meningkatkan daya jual kreasi olahan ubi tersebut,”tandasnya.
Harapan ke depan para pelaku UMKM Kabupaten Bondowoso, Tambah Edy, bisa berkreasi dan berinovasi dengan segala macam sumber daya alam yang ada sehingga menjadi suatu produk unggulan dan ciri khas dari Kabupaten Bondowoso yang tentunya bernilai tinggi. (adv)