Surabaya Motim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya (SLKS) Republik Indonesia Tahun 2025 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Rabu (13/8/2025).
Acara yang digelar mulai pukul 13.00 hingga 21.00 WIB ini dibagi menjadi tiga sesi, dengan total ratusan ASN penerima penghargaan. SLKS merupakan tanda kehormatan dari Presiden RI Prabowo Subianto sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian ASN dengan masa kerja 10, 20, dan 30 tahun.
Penganugerahan SLKS oleh Gubernur Khofifah dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 13 Agustus 2025 dan 18 Agustus 2025. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, total penerima mencapai 1.155 ASN.

Rincian Penerima pada 13 Agustus 2025:
Sesi I (196 ASN):
30 tahun: 46 penerima, di antaranya Kepala Dinas Kehutanan Jatim Dr. Ir. Jumadi, M.MT., dan Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Kominfo Jatim Erni Widiyati.
20 tahun: Direktur RSUD dr. Sudono Jatim dr. Ananda Haris, Sp.BS., dan Kabid Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Jatim Andrio Himawan Wahyu Aji, S.H., M.H.
10 tahun: Konsultan Dokter Pendidik Klinis Ahli Madya RSUD Dr. Soetomo dr. Indra Yuliati, Sp.OG., dan Operator Terminal Dinas Perhubungan Abdul Rosyid.
Sesi II (205 ASN):
30 tahun: Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim Dr. Ir. Muhammad Isa Anshori, ATD., MT., dan Ariful Bhuana.S.Sos.,MM Sekretaris Dinas ESDM Jatim serta Guru SMAN 1 Kencong Jember Suhardi.
20 tahun: Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.Ip., dan Pengawas Sekolah Ahli Madya Cabang Dinas Pendidikan Madiun Misin, S.Pd., M.Pd.
10 tahun: Kabid Aplikasi dan Informatika Diskominfo Jatim Gugi Alifrianto Wicaksono, S.T., M.M., dan Guru SMAN 6 Cabang Dinas Kediri Laili Fatatik, S.E.
Sesi III (200 ASN):
30 tahun: Yustisianti, S.Pd., Guru SMKN 3 Kabupaten Malang, dan Kiswanto, S.Pd., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
20 tahun: Sugiyo, S.Pd., Guru SMAN 1 Ngawi, dan Ir. Endah Sukmawati, M.Pd., Guru SMKN 3 Madiun.
10 tahun: Nur Hasiati, S.Pd., Guru SLB Negeri Jember, dan Ulis Triningtias, S.E., Guru SMKN 1 Kediri.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa penganugerahan ini merupakan amanat langsung dari Presiden sebagai penghargaan atas dedikasi ASN kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Saudara semua sudah melalui proses panjang. Ini bukan bim salabim, tetapi hasil pengabdian puluhan tahun. Karena ini penghargaan dari Presiden, sesungguhnya ada amanat dan mandat yang harus dijaga. Teruslah mendedikasikan energi positif tidak hanya untuk Jawa Timur, tapi juga untuk Indonesia,” tegasnya.
Khofifah juga menekankan pentingnya kolaborasi antardaerah untuk memperkuat konektivitas ekonomi, antara lain melalui misi dagang lintas provinsi yang terbukti mencatat transaksi triliunan rupiah di Lampung, NTB, dan Balikpapan. Menurutnya, misi dagang tidak sekadar perdagangan, tetapi juga upaya memberi nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
“Di sektor apa pun panjenengan berada, lihat dampaknya pada penurunan kemiskinan. Kalau belum, mari kita ambil faktor pengungkitnya. Semakin detail kita mengenali permasalahan, semakin tepat pula kita membangun kesejahteraan,” ujarnya.
Pada sesi kedua, Gubernur menyoroti fenomena penyalahgunaan dana bantuan sosial untuk judi online yang di Jawa Timur mencapai Rp53 miliar. Ia mengajak ASN penerima SLKS, terutama guru, tenaga kesehatan, dan insan Kominfo, untuk aktif mengedukasi masyarakat melalui literasi digital agar tidak terjerumus.
“Ini bukan semata urusan pemerintah, tetapi urusan kita semua sebagai warga bangsa. Kita punya misi bersama menurunkan kemiskinan dan membangun kesejahteraan umum. Literasi digital adalah salah satu cara mencegah masyarakat tergoda konten negatif,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Khofifah mengajak seluruh ASN menjaga semangat persatuan, kedaulatan, dan kemajuan jelang HUT ke-80 RI.
“PR sosial kita banyak. Lewat lingkungan yang panjenengan bina, mari kita lakukan pembinaan sesuai kapasitas demi kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Diisisi lain usai Penganugerahan jurnalis Memo Timur menemui salah satu penerima penganugerahan Satya Lencana Karya Satya Tahun 2025 di Gedung Grahadi Surabaya , Ariful Bhuana,S.Sos.MM Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur menerima penghargaan bergengsi Satyalancana Karya Satya 30 tahun dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan yang diserahkan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa padaRabu 13 Agustus 2025 di Gedung Grahadi ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian, dedikasi, dan loyalitasnya selama tiga dekade dalam melayani negara.
Dalam keterangannya, Ariful mengungkapkan rasa syukur dan bangganya. Ia menuturkan bahwa selama 10, 20, dan 30 tahun pengabdiannya, penghargaan yang diterima ditandatangani langsung oleh tiga presiden berbeda. Pada masa pengabdian 10 tahun, penghargaan ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono; 20 tahun oleh Presiden Megawati Soekarnoputri; dan kini, penghargaan 30 tahun ditandatangani Presiden Joko Widodo.
“Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya, apalagi penghargaan ini diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2025. Tidak semua pegawai bisa sampai 30 tahun mengabdi kepada negara ,” ujarnya.
Ariful juga memberikan pesan khusus kepada para pegawai muda di lingkungan Dinas ESDM Jatim. Ia menekankan pentingnya dedikasi, kerja keras, dan mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. “Layani masyarakat dengan sepenuh hati. Jaga komitmen dan semangat mengabdi agar kelak juga dapat meraih penghargaan dari negara,” pesannya.
Pria yang mulai bertugas sejak 18 Agustus 1988 ini mengungkapkan bahwa selama kariernya ia telah melayani sepuluh kepala dinas yang berbeda. Baginya, hal tersebut menjadi catatan istimewa dan kebanggaan tersendiri.
Melihat perkembangan zaman saat ini, Ariful menyampaikan bahwa Dinas ESDM akan terus berinovasi, terutama di era digitalisasi. Ia menilai pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), menjadi penting untuk mendukung berbagai sektor ESDM, mulai dari energi baru terbarukan, pertambangan, kelistrikan, hingga konservasi air tanah.
Tak lupa, Ariful menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas ESDM Jatim, Ir. Aris Mukiyono, atas dukungan penuh terhadap kinerja seluruh jajaran. Ia berharap ke depan Dinas ESDM dapat menyelaraskan program-programnya dengan kebijakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, demi kemajuan sektor energi dan sumber daya mineral di provinsi ini.
Perlu diketahui bahwa Penghargaan Satyalancana Karya Satya sendiri diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja dengan penuh dedikasi selama minimal 10, 20, atau 30 tahun secara terus-menerus, tanpa cacat, dan menunjukkan kinerja yang baik.” Pungkasnya.(*/ady)