“Siapa yang Akan Mengurus Anakku Saat Aku Tiada” RSUD Prof. Dr. Moeljono Surabaya Gelar Talkshow Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026

Direktur RSUD Prof.Dr Moeljono Provinsi Jawa Timur.
Surabaya Motim – RSUD Prof. Dr. Moeljono Provinsi Jawa Tomur menggelar talkshow dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema global _”Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change”_ atau *”Pengalaman Hidup Didengar: Suara Nyata, Perubahan Nyata”*.
Direktur RSUD Prof. Dr. Moeljono Jatim, drg. Vitria Dewi.,M.Si menuturkan bahwa kegiatan ini menyoroti pentingnya mendengarkan suara dan pengalaman langsung dari para penyintas masalah kesehatan mental serta anak-anak dengan kebutuhan khusus (_special needs_).
“Sering kali, individu dengan masalah kesehatan mental merasa sendiri, tidak didengarkan, dan menghadapi stigma sosial yang menyulitkan mereka mengakses layanan. Melalui momentum ini, pengalaman nyata para penyintas harus dijadikan data dan landasan yang kuat untuk merumuskan kebijakan strategis,” ujar drg. Vitria.
Kebijakan strategis tersebut, lanjutnya, mencakup peningkatan akses layanan kesehatan bagi penderita gangguan kesehatan jiwa, penguatan dukungan di dunia pendidikan, serta jaminan masa depan anak-anak agar menjadi lebih baik.

Direktur RSUD Prof.Dr Moeljono Provinsi Jawa Timur bersama Para Wadir serta Panitia Penyelenggara Talkshow Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026.
Layanan Unggulan dan Komitmen Rumah Sakit.
RSUD Prof. Dr. Moeljono berkomitmen memberikan pelayanan klinis terbaik yang didukung penuh oleh Gubernur Jawa Timur, serta didukung fasilitas, sarana, dan prasarana penunjang yang berkualitas bagi masyarakat Jawa Timur.


Tidak hanya berfokus pada terapi anak-anak, rumah sakit juga menginisiasi pembentukan komunitas bagi para orang tua.
“Inisiatif komunitas ini bertujuan agar para orang tua anak berkebutuhan khusus mendapatkan dukungan emosional dan kekuatan dalam menghadapi masa-masa sulit, seperti saat anak memasuki masa pubertas. Melalui komunitas ini, para orang tua dapat saling berbagi pengalaman dan solusi dalam menghadapi tantangan pengasuhan,” jelas drg. Vitria.
Drg Vitria Dewi.,M.Si Direktur RSUD Prof. Dr. Moeljono berharap, kehadiran fasilitas dan komunitas ini dapat membuat anak-anak penyandang _special needs_ menjalani kehidupan dan masa depan yang jauh lebih baik.
Program ini juga diharapkan mampu menjawab kekhawatiran terbesar setiap orang tua mengenai masa depan anak-anak mereka, terutama ketika orang tua sudah tidak ada lagi.
“Siapa nanti yang akan mengurus anakku ketika saya tidak ada” pungkas Drg.Vitria dalam wawancaranya di Graha Menur RSUD Prof.Dr Moeljono Provinsi Jawa Timur(*/ady)
