Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper

Tarik Investasi, Pemprov Jatim Perkuat Ekosistem Industri Manufaktur dan Kelancaran Logistik

By Redaksi Memo Timur
October 2, 2026

Surabaya Motim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus memperkuat posisinya sebagai penopang utama perekonomian nasional dengan berfokus pada pengembangan ekosistem industri manufaktur, hilirisasi, serta konektivitas logistik wilayah.

Langkah strategis ini ditegaskan dalam sebuah forum investasi yang dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, jajaran konsulat negara sahabat, serta para kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak, termasuk dukungan dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta jajaran bupati dan wali kota yang dinilai memegang peranan krusial dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di daerah.

*Perekonomian Jawa Timur dan Tantangan Sektor Utama*

Jawa Timur saat ini merupakan penyumbang perekonomian terbesar kedua di Indonesia dengan nominal Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai kisaran Rp930 triliun per triwulan atau sekitar Rp3.700 triliun per tahun.

Struktur perekonomian Jawa Timur didominasi oleh tiga sektor utama:

*1. Industri Manufaktur (31,11%):* Sektor paling dominan yang menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Timur.
*2. Perdagangan (18,22%):* Menyerap sekitar 4,5 juta tenaga kerja dan menjadi penggerak mobilitas barang.
*3. Pertanian (11,2%):* Meski kontribusinya 11,2 persen, sektor ini menyerap tenaga kerja terbesar mencapai 7,77 juta jiwa, sekaligus menjadikan Jatim sebagai lumbung pangan nasional penyuplai padi, telur, daging sapi, dan tebu.

Mengingat pertumbuhan sektor pertanian terbatas oleh ketersediaan lahan, Pemprov Jatim menekankan pentingnya pengembangan sektor manufaktur berbasis hilirisasi (_agro-industry_). Hilirisasi komoditas unggulan, seperti tebu menjadi bioetanol, kayu atau pohon pinus menjadi produk _pine chemical_ (_rosin ester_), hingga pengolahan hasil pertanian lainnya, dinilai menjadi kunci penyerapan tenaga kerja dan peningkatan nilai tambah bagi petani.

*Dukungan Infrastruktur dan Logistik*

Sebagai _gateway_ (gerbang) ekspor-impor dan pusat logistik untuk kawasan timur Indonesia dengan cakupan 24 dari 41 rute tol laut nasional, Pemprov Jatim berkomitmen memastikan kelancaran arus barang, baik _inflow_ maupun _outflow_.

Beberapa langkah responsif penataan infrastruktur logistik yang disinggung antara lain:

*a. Percepatan Akses Tol:* Penanganan dan pembukaan akses tol menuju Paiton/Probolinggo untuk mengurai kepadatan lalu lintas akibat perbaikan infrastruktur di Jembatan Pajarakan.

*b. Penguraian Kemacetan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk:* Sinergi lintas instansi, yakni Kementerian Perhubungan, Pelindo, ASDP, dan Kepolisian, melalui skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) dengan pengerahan kapal tambahan serta peningkatan kapasitas dermaga, seperti dermaga MB dan ponton, untuk menjamin kelancaran rantai pasok.

*Peluang Investasi Tersebar di Tiga Sub-Wilayah*

Untuk mendorong pemerataan ekonomi, Pemprov Jatim membagi wilayah investasi menjadi tiga sub-wilayah strategis. Kawasan Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) saat ini menyumbang sekitar 46-47 persen PDRB Jatim dan difokuskan pada industri berat serta padat modal (_capital intensive_).

Sementara itu, pengembangan konektivitas Tol Trans-Jawa juga terbukti mendorong ekspansi industri padat karya (_labor intensive_) hingga ke wilayah barat dan selatan Jatim, seperti Jombang, Nganjuk, Madiun, Ngawi, Magetan, hingga Ponorogo.

Di akhir penyampaian, Wagub Emil mengajak seluruh calon investor dan pemilik proyek untuk memanfaatkan berbagai peluang investasi yang telah dipetakan secara komprehensif oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Senator Lia Istifhama: Batik adalah Kecantikan Nusantara

Next

Jatim Fest Targetkan Penjualan Rp20 Miliar, Optimistis Dorong Penguatan UMKM Jawa Timur

SeedbacklinkBanner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.