Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
LumajangPendidikan

Wakil Ketua DPRD Lumajang Berharap ‘Sinau Bareng’ Kembali Dilanjutkan

By admin
November 22, 2020

Lumajang, Motim-Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lumajang, H. Akhmat, mengaku sependapat dengan Program Sinau Bareng (PSB) yang sudah dilaunching oleh Bupati Lumajang beberapa waktu yang lalu. Ia berharap program tersebut kembali dilanjutkan.

“Ya sudah, kita tunggu seminggu dua minggu. Misalkan sudah ada perbaikan yang dilakukan oleh Dinkes dan rumah sakit, mungkin akan kita koordinasikan kembali dengan Dinas Pendidikan, supaya Program Sinau Bareng bisa dilanjutkan kembali,” tuturnya, Rabu (18/11/20).

Menurutnya, seperti yang sempat disampaikan oleh Menteri Pendidikan, bagi daerah yang berada pada zona oranye diperbolehkan untuk melakukan proses belajar dengan tatap muka. “Harus berkoordinasi dulu, antara pihak sekolah, komite dan orang tua. Jika sudah ada kesepakatan, baru boleh belajar dengan tatap muka,” katanya.

Ia menambahkan, kalau profesi orang tua atau wali murid sebagai tenaga pendidik mungkin enak, bisa mengajari anaknya di rumah. “Kasihan mereka yang bukan menjadi tenaga pendidik. Bukan lagi mengajari anak-anaknya, mereka justru mainan game,” katanya lagi

Menurtunya, pemerintah juga harus adil dengan kondisi saat ini. “Akan kita koordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan kita sampaikan bahwasanya kondisi riil di lapangan sudah seperti itu, hajatan diperbolehkan, mall dibuka, pasar dibuka, keramaian jalan terus tapi pendidikan dihentikan,” pungkas H. Akhmat. (cw7)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Hari Pohon Sedunia: Perlu Aksi Nyata untuk Konservasi

Next

Pendaftaran Calon Direksi Perumdam Tirta Mahameru Dibuka 5 Hari

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.