Waspada DBD! Politisi Lia Istifhama Ajak Warga Cegah Demam Berdarah dengan Gerakan 3M Plus

Anggota DPD/MPR RI Provinsi Jawa Timur saat mengkampanyekan pencegahan DBD di Jawa Timur.
Surabaya Motim – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan, terutama bagi anak-anak. Menyikapi hal tersebut, Politisi asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau akrab disapa Ning Lia, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan gerakan bersih lingkungan yang dimulai dari rumah.
Melalui kampanye “Waspada DBD, Gerakan Bersih Lingkungan Dimulai dari Rumah”, Ning Lia mengedukasi warga tentang pentingnya pencegahan DBD dengan metode 3M Plus.

3M Plus tersebut meliputi Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat tempat penampungan air, dan Mendaur ulang barang yang dapat menampung air. Sementara untuk Plus-nya adalah menggunakan kelambu, memakai lotion anti nyamuk, memasang kawat kasa, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Selain gerakan pencegahan, Ning Lia juga membagikan 7 tips penting untuk orang tua saat anak mengalami demam yang mengarah pada gejala DBD.
Pertama, pantau demam dengan termometer secara rutin dan segera periksakan ke fasilitas kesehatan jika demam tinggi atau kondisi anak semakin lemah. Kedua, pastikan anak banyak minum air putih, oralit, atau susu agar tidak dehidrasi.
Ketiga, berikan makanan bergizi seperti telur rebus sedikit demi sedikit jika anak sulit makan. Keempat, lakukan kompres saat demam dengan air hangat agar anak lebih nyaman dan pastikan cukup istirahat.
Kelima, kenali tanda bahaya dan segera ke rumah sakit jika anak muntah terus, sakit perut berat, perdarahan, sangat lemas, napas cepat, atau tangan dan kaki menjadi pucat dan dingin.
Keenam, ajak anak berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk menjaga kebugaran selama masa pemulihan. Ketujuh, berikan perhatian dan kasih sayang, temani anak, pijat lembut, dan buat anak merasa tenang karena dukungan orang tua sangat berarti saat anak sakit.
“Lingkungan bersih, keluarga sehat, anak-anak terhindar dari DBD,” pesan Ning Lia dalam kampanye edukatif tersebut.
Ia berharap edukasi sederhana ini dapat meningkatkan kesadaran warga Surabaya dan Jawa Timur untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sebagai langkah utama mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD. (*/ady)
