Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper

Digelar di Pantai Panduri Tuban, Festival Mangrove Jatim ke-10 Gaungkan Pelestarian dan Mitigasi Iklim

By Redaksi Memo Timur
July 30, 2026
Gubernur Khofifah bersama Jumadi Kepala Dinas Kehutanan Prov.Jatim dalem Festival Mangrove ke -10 di Tuban

Surabaya Motim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kehutanan menggelar Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 di kawasan Pantai Panduri, Kabupaten Tuban, Rabu (29/7).

Kegiatan ini dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono, jajaran Forkopimda, perwakilan kementerian terkait, pegiat lingkungan, pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum.

Sebagai agenda tahunan, Festival Mangrove menjadi wujud nyata komitmen Pemprov Jatim dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir, mempercepat rehabilitasi hutan mangrove, dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

*Rangkaian Kegiatan Penuh Edukasi dan Aksi*
Beragam kegiatan digelar sepanjang festival. Di antaranya penanaman tanaman mangrove asosiasi berupa cemara udang dan pandan laut yang sesuai dengan karakter pesisir Tuban, pelepasliaran burung, layanan pengobatan gratis, edukasi pelestarian mangrove untuk pelajar dan masyarakat, pameran perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove, fashion show batik dengan pewarna alami dari mangrove, hingga penampilan musik akustik oleh Kaka Slank.

Dalam kesempatan itu juga diserahkan Penghargaan Gubernur Jawa Timur kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove.

*Mangrove sebagai Investasi Masa Depan*
Gubernur Khofifah menegaskan, Festival Mangrove bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah gerakan berkelanjutan untuk menjaga kawasan pesisir dan memperkuat ketahanan lingkungan.

“Mangrove adalah investasi lingkungan untuk masa depan. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi warisan bagi generasi mendatang. Mari kita niatkan menjaga mangrove sebagai ikhtiar menjaga bumi dan menyumbangkan oksigen bagi Ibu Pertiwi,” ujar Gubernur Khofifah.

Ia menambahkan, keberhasilan Jatim dalam pengelolaan ekosistem mangrove telah mendapat berbagai apresiasi. Selain melindungi garis pantai dari abrasi, mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon alami yang penting dalam mengurangi dampak perubahan iklim.

*Tuban Punya Potensi Pesisir 65 Kilometer*
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemprov Jatim yang menunjuk Tuban sebagai tuan rumah.

Menurutnya, garis pantai Tuban sepanjang 65 kilometer memiliki potensi besar yang harus dijaga bersama melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat.

“Mangrove punya peran sangat penting. Bukan hanya menjaga ekosistem pesisir dari abrasi dan gelombang, tetapi juga menjadi habitat biota laut, menyerap emisi karbon, serta mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Menjaga mangrove adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkap Mas Lindra.

Ia berharap festival ini mampu menumbuhkan kepedulian, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga lingkungan pesisir. “Pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen demi masa depan yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

*Kaka Slank Ikut Tanam dan Ajak Jaga Bumi*
Vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji atau Kaka Slank, turut serta dalam aksi penanaman mangrove bersama Gubernur, Bupati, dan peserta. Kehadirannya sekaligus memperkuat pesan pelestarian kepada masyarakat.

Di atas panggung, Kaka membawakan sejumlah lagu hits Slank dan lagu bertema alam. Ia mengajak masyarakat menanam harapan, bukan hanya pohon.
“Menanam mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam harapan untuk masa depan bumi. Mari kita jaga bersama lingkungan dan pesisir kita,” ajaknya.

*Tuban Raih Penghargaan dari Gubernur*
Pada acara tersebut, Bupati Tuban menerima Piagam Penghargaan Gubernur Jawa Timur Nomor: 100.3.3/2092/KPTS/033.2/2026 atas dukungan dan komitmen sebagai Pembina Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Kabupaten Tuban.

Penghargaan ini merupakan apresiasi Pemprov Jatim atas upaya Pemkab Tuban dalam rehabilitasi kawasan pesisir, edukasi lingkungan, dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.

Melalui Festival Mangrove Jawa Timur ke-10, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga ekosistem mangrove. Langkah ini penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan, meningkatkan ketahanan pesisir, mendukung keanekaragaman hayati, dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan.(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Tutup Rakornas SE2026 di Surabaya, Gubernur Khofifah: Tanpa Data Akurat Kebijakan Tak Tepat Sasaran

Next

Kinerja Konsolidasi Bank Jatim Semester I 2026 Tumbuh Positif, Sinergi KUB Jadi Kunci

SeedbacklinkBanner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.