Dishub Jatim Urai Kemacetan Ketapang-Gilimanuk, Wagub Jatim Alokasikan Rp 6 Miliar Perbaiki Dermaga Bulusan

Surabaya Motim – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengalokasikan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk membenahi Dermaga Bulusan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, guna meminimalisasi kemacetan di jalur utama menuju penyeberangan Ketapang-Gilimanuk (Bali).
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan Pemprov Jatim akan mengoptimalkan dermaga di Pelabuhan Ketapang yang berada di lahan milik Pemprov, yakni Dermaga _Movable Bridge_ (MB) 4, Dermaga _Landing Craft Machine_ (LCM), dan Dermaga Bulusan.
“Kekhawatiran dari Kadishub Pemprov Jatim adalah apabila _dolphin_ itu dibangun lagi, bisa tertabrak dan rusak kembali. Oleh karena itu, kami meminta Kadishub berkoordinasi dengan Syahbandar untuk membahasnya,” kata Wagub Emil saat mengunjungi Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Selasa.
Selain itu, Pemprov Jatim juga telah berencana mengembangkan Dermaga LCM yang selama ini menjadi tulang punggung penyeberangan truk tronton. Dermaga LCM di Pelabuhan Ketapang saat ini bisa dimanfaatkan untuk tiga titik sandaran kapal.
Menurutnya, Pemprov Jatim akan meningkatkan struktur landasan di Dermaga LCM agar bisa dipakai untuk empat tempat sandar kapal.
Akan tetapi, proses peningkatan struktur landasan dermaga itu baru bisa dilakukan apabila pembangunan Dermaga Ponton oleh ASDP di Pelabuhan Ketapang rampung, karena peningkatan infrastruktur tersebut berpotensi mengganggu lalu lintas kapal.
“Untuk Dermaga LCM akan kami optimalkan agar bisa menambah kapasitas,” kata Emil Dardak.
Wagub Emil juga menyampaikan permohonan maaf apabila kemacetan di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Langkah-langkah yang diambil Pemprov Jawa Timur, menurutnya, merupakan hal yang tidak bisa dikerjakan secara instan.
“Pada intinya kami menatap ke depan, semua pihak baik Pemprov, ASDP, Kementerian Perhubungan, hingga Pemkab Banyuwangi bersama-sama mencari solusi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menambahkan, pemerintah daerah setempat akan berfokus pada peningkatan fasilitas penunjang di lahan milik pemerintah daerah.
“Salah satunya meningkatkan area parkir di Terminal Sri Tanjung yang selama ini dimanfaatkan sebagai penampungan truk besar ketika terjadi kemacetan,” ujarnya.
“Kami juga akan meningkatkan kapasitas Jalur Lingkar Ketapang yang menjadi jalur vital saat kemacetan terjadi, dan jalur lingkar menjadi jalur alternatif saat macet,” pungkasnya. (*/ady)
