Perkuat Akuntabilitas dan Pengentasan Kemiskinan, BAZNAS Jatim Gandeng Pemprov, OPD, BUMD, dan Lembaga Amil Zakat

Surabaya Motim – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar rangkaian kegiatan strategis dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut meliputi forum koordinasi penguatan zakat, aksi sosial berbagi 1.000 kacamata gratis, penyaluran bantuan miliaran rupiah, hingga peluncuran inovasi digital Halo BAZNAS di Islamic Center Surabaya.
Forum koordinasi strategis yang digelar bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta pimpinan lembaga amil zakat se-Jawa Timur ini difokuskan untuk memperkuat pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) guna mendukung kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
Dalam arahannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh kepala OPD, BUMD, dan lembaga terkait yang telah berikhtiar memajukan Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menekankan pentingnya penguatan akuntabilitas pengelolaan zakat, mengingat potensi zakat dari para muzaki, khususnya ASN baik PNS maupun PPPK di lingkungan OPD dan BUMD sangat besar, dengan rata-rata zakat _muqayyad_ mencapai 70 hingga 80 persen.

“Akuntabilitas dari BAZNAS seperti yang hari ini kita bangun bersama menjadi penting untuk penguatan keyakinan para muzaki, terutama para muzaki yang ada di ASN maupun di seluruh OPD dan BUMD,” ujar Gubernur Khofifah.
Gubernur Khofifah juga mendorong agar sekitar 70 persen pengumpulan ZIS dari masing-masing instansi dapat ditasyarufkan kembali secara internal sesuai kebutuhan, seperti bantuan fasilitas penunjang kerja, renovasi rumah tidak layak huni, hingga subsidi pendidikan melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana bagi dhuafa dan pelaku usaha ultra mikro.
Rangkaian Hari Jadi Provinsi ke-81 Jatim ini juga diisi dengan aksi sosial berbagi 1.000 kacamata gratis bagi para guru dan mustahik. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri pimpinan BAZNAS se-Jawa Timur, pimpinan bank mitra, Ketua BAZNAS kabupaten/kota, serta ribuan guru dari jenjang TK, RA, PAUD, hingga TPQ.

Ketua BAZNAS Jawa Timur, H. Muhammad Ghohrin.M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur atas bimbingan dan dukungan penuh, serta kepada para muzakki yang mayoritas merupakan ASN dan PPPK di lingkungan Pemprov Jatim.
Adapun 1.000 penerima kacamata gratis tersebut terdiri dari Guru TK 449 orang, Guru RA 101 orang, Guru PAUD 173 orang, dan Guru TPQ 277 orang.
Selain kacamata gratis, Gubernur Khofifah juga menyerahkan secara simbolis sejumlah bantuan senilai miliaran rupiah, meliputi:
– Bantuan kacamata senilai Rp400.000.000 untuk 1.000 penerima
– Bantuan alat usaha rombong senilai Rp283.500.000 untuk 81 mustahik
– Bantuan tunai fakir senilai Rp262.800.000 untuk 438 mustahik
– Bantuan bedah rumah senilai Rp200.000.000 untuk 10 mustahik
– Bantuan beasiswa Program Satu Keluarga Satu Sarjana senilai Rp160.000.000 untuk 10 mahasiswa
Secara simbolis, bantuan rombong usaha juga diberikan langsung kepada pelaku usaha ultra mikro seperti penjual gorengan dan dawet yang hadir di lokasi. Di area luar gedung, puluhan mustahik binaan BAZNAS Jatim turut memamerkan rombong dan produk jualan mereka.
Momentum ini juga ditandai dengan peluncuran inovasi terbaru yang diklaim sebagai yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, yakni Aplikasi Halo BAZNAS.
“Aplikasi digital ini dihadirkan untuk mempermudah ibadah, kebaikan, dan pelayanan umat. Sistem ini tidak hanya memudahkan para muzakki dalam menunaikan zakat, tetapi juga memberikan kemudahan akses bagi para mustahik,” terangnya.
Dengan inovasi digital tersebut, diharapkan pengelolaan zakat di Jawa Timur semakin mudah, cepat, transparan, dan akuntabel, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Biro Kesra Setdaprov Jatim, pimpinan BUMD seperti Bank Jatim dan Jamkrida Jatim, Ketua DMI Jatim, Ketua HIMPI Jatim, perwakilan PW Muhammadiyah Jatim, PWNU Jatim, serta pimpinan lembaga amil zakat lainnya” pungkasnya.(*/ady)
