Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Daihatsu GranMax Blind Van, Solusi Praktis untuk Mendukung Kebutuhan Usaha
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Daihatsu GranMax Blind Van, Solusi Praktis untuk Mendukung Kebutuhan Usaha
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Daihatsu GranMax Blind Van, Solusi Praktis untuk Mendukung Kebutuhan Usaha
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Daihatsu GranMax Blind Van, Solusi Praktis untuk Mendukung Kebutuhan Usaha
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper

Era Meritokrasi, Ning Lia: Anak Muda Punya Peluang Jadi Legislator Berintegritas

By Redaksi Memo Timur
October 30, 2026

Surabaya Motim – Anak muda memiliki peluang untuk berkiprah di dunia politik dan menduduki jabatan publik selama memiliki kapasitas, kompetensi, prestasi, serta integritas. Di era meritokrasi, latar belakang keluarga, kekayaan, dan status sosial semestinya tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam membangun demokrasi.

Pesan tersebut disampaikan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr Lia Istifhama, S.Sos, S.sos. I, S.H.I, M.E.I dalam acara Sekolah Legislator materi bertema Legislatif Muda: Membangun Generasi Kritis, Aspiratif, Berintegritas bersama kalangan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Wakil Rektor III Untag Surabaya Dr. Sumiati, M.M., Wakil Dekan FISIP Untag Surabaya Insan Romadhon, serta dosen Wahyu Kuncoro. Turut hadir Samsol Arif Marla, S.I.Kom., dari unsur advokasi DPRD Kabupaten Bangkalan, Muhammad Syaifuddin, S.Sos., dari unsur legislasi DPRD Kota Surabaya, Ketua Umum Awaludin Kahar, Ketua Pelaksana Triana Marta Sisilia, serta mahasiswa Untag Surabaya yang mengikuti kegiatan tersebut.

Ning Lia menekankan, generasi muda, termasuk Gen Z dan Generasi Alpha, perlu mempersiapkan diri menghadapi tantangan kepemimpinan masa depan. Mereka tidak cukup hanya menguasai pengetahuan dan pandai menyampaikan gagasan, tetapi juga harus mampu membaca persoalan, menawarkan solusi, serta memiliki empati sosial.

Menurutnya, meritokrasi memberikan ruang bagi setiap orang untuk berkembang berdasarkan kemampuan dan kualitas diri. Karena itu, anak muda perlu membangun keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman, memperluas wawasan kebijakan publik, serta berani mengambil tanggung jawab di ruang demokrasi.

“Gagasan meritokrasi yang menempatkan kemampuan, kompetensi, prestasi, dan integritas sebagai dasar seseorang memperoleh posisi atau kepercayaan. Dengan prinsip ini, kesempatan berkiprah di dunia legislatif tidak semestinya hanya terbuka bagi mereka yang memiliki kekayaan, kedekatan politik, atau latar belakang tertentu,” kata Ning Lia yang juga putri KH Masykur Hasyim tersebut.

Ning Lia memandang politik sebagai ruang kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam materi yang disampaikan, dia merumuskan politik sebagai SENI, yakni Strategy, Equity, Nation, dan Integrity.

Konsep tersebut menggambarkan empat unsur penting dalam menjalankan peran politik. Strategy menekankan pentingnya strategi dalam membaca persoalan dan menentukan langkah. Equity berkaitan dengan keadilan dalam kebijakan. Nation menempatkan kepentingan bangsa sebagai orientasi perjuangan, sedangkan Integrity menjadi landasan moral dalam menjalankan amanah.

“Politik tidak cukup dipahami sebagai perebutan jabatan atau kekuasaan. Politik harus menjadi sarana untuk merumuskan kebijakan yang adil, memperjuangkan kepentingan masyarakat, dan menjaga keberlanjutan bangsa,” katanya.

Perempuan yang terkenal ramah dan santun itu menegaskan bahwa anak muda yang ingin terjun ke dunia legislatif perlu menunjukkan kapasitas melalui kerja nyata, kemampuan memahami persoalan, dan kesediaan mempertanggungjawabkan keputusan.

Integritas menjadi hal mendasar karena jabatan publik berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat dan pengelolaan sumber daya negara. Kekuasaan seharusnya menjadi instrumen untuk menghadirkan manfaat, bukan tujuan untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Ning Lia juga menekankan pentingnya membangun kesadaran kritis dalam berpolitik. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan menganalisis persoalan, mengevaluasi kebijakan, memeriksa informasi, serta menyampaikan argumentasi berdasarkan fakta.

“Anak muda yang ingin menjadi legislator harus mampu membuktikan bahwa pengetahuan dan kemampuan berbicara mereka disertai empati sosial serta keberanian memperjuangkan kepentingan public,” katanya.

Dalam materi tersebut, Ning Lia mengingatkan pentingnya membangun karakter negarawan atau statesman pada generasi muda. Seorang negarawan tidak hanya memikirkan kepentingan politik jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan masa depan bangsa dan generasi berikutnya.

“Prinsip think about our country and think about next generation menjadi pengingat bahwa kebijakan publik harus memperhitungkan dampak jangka panjang. Pemimpin perlu melihat lebih jauh daripada kepentingan sesaat dan memastikan keputusan yang diambil mendukung keberlanjutan pembangunan. terkotak-kotak atau menghilangkan semangat bekerja bersama demi kepentingan bangsa,” katanya.

Menurut Keponakan Gubernur Jatim Khofifah itu, tantangan demokrasi ke depan tidak hanya berkaitan dengan pergantian generasi pemilih, tetapi juga perubahan lingkungan sosial, ekonomi, dan teknologi. Gen Z dan Generasi Alpha perlu dibekali kemampuan literasi digital, pemikiran kritis, serta kepekaan terhadap persoalan

Bagi Ning Lia, penguatan kapasitas generasi muda harus berjalan bersama pembentukan karakter. Pendidikan, pengalaman organisasi, lingkungan keluarga, dan partisipasi sosial dapat menjadi bagian dari proses menyiapkan calon pemimpin yang kompeten sekaligus berintegritas.

Sementara itu, Wakil Rektor III Untag Surabaya, Dr. Sumiati, M.M., mengapresiasi kehadiran para legislator sebagai narasumber yang memberikan wawasan langsung kepada mahasiswa. Menurutnya, pengalaman para wakil rakyat menjadi pembelajaran berharga, terutama dalam memahami dinamika politik, perjuangan meraih kepercayaan masyarakat, hingga tanggung jawab setelah terpilih.

Ia mencontohkan sosok Lia Istifhama atau Ning Lia yang berhasil terpilih sebagai anggota DPD RI dari Jawa Timur pada Pemilu 2024. Setelah terpilih, Ning Lia aktif menyapa konstituen di berbagai daerah. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa menjadi senator tidak hanya tentang meraih suara, tetapi juga menjaga kedekatan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Seperti Ning Lia, bagaimana bisa menjadi salah satu dari empat senator terpilih dari 14 calon yang bertarung pada Pemilu 2024. Setelah terpilih, Ning Lia berkeliling menyapa konstituennya. Itu tentu memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, kesempatan ini sangat berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para legislator hebat seperti Ning Lia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Awaludin Kahar menyampaikan terima kasih kepada Lia Istifhama yang bersedia berbagi ilmu dan pengalaman dengan mahasiswa Untag Surabaya. Ia menilai, Ning Lia merupakan sosok politisi yang mampu membangun kedekatan dengan generasi muda, khususnya Gen Z.

“Ning Lia merupakan politisi yang dekat dengan Gen Z. Bahkan, beberapa waktu lalu, beliau dinobatkan sebagai politisi humanis. Kehadiran beliau menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung tentang politik, kepemimpinan, dan bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat,” ujarnya.(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Tongkat Estafet Pangdam V/Brawijaya Berpindah, Gubernur Khofifah: Sinergi Forkopimda Kunci Pembangunan Jatim

SeedbacklinkBanner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.