Antisipasi Gempa hingga Penanganan Kekeringan, BPBD Jawa Timur Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Penyaluran Bantuan

Surabaya Motim – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat langkah strategis dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Jawa Timur. Fokus penanganan meliputi mitigasi gempa bumi, pengiriman bantuan kemanusiaan ke luar daerah, hingga penanggulangan dampak musim kemarau.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, pada Selasa (18/08/2026) usai Sidang Paripurna DPRD Jatim.
*1. Mitigasi dan Edukasi Gempa Bumi*
Mengingat posisi Jawa Timur yang berada di jalur lempeng aktif dunia atau _Ring of Fire_, BPBD Jatim menilai seluruh wilayah memiliki potensi gempa. Karena itu, sosialisasi dan edukasi bencana terus digencarkan.
Program unggulan yang dijalankan BPBD Jatim antara lain:
– *Desa Tangguh Bencana (Destana)*: Pembentukan wadah edukasi dan kesiapsiagaan berbasis masyarakat.
– *Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)*: Edukasi penanganan bencana di lingkungan sekolah.
– *Training of Trainers (TOT) Guru*: Pelatihan bagi tenaga pendidik agar dapat meneruskan materi kebencanaan kepada siswa secara masif.
– *Penguatan Peran Relawan dan Masyarakat*: Membangun kolaborasi antara pemerintah dan unsur relawan.
– *Tenda Pendidikan Bencana*: Fasilitas edukasi interaktif yang mencatat peningkatan kunjungan pelajar dan masyarakat umum untuk mempelajari potensi ancaman dan teknik evakuasi mandiri.
*2. Penyaluran Bantuan Kemanusiaan ke NTT*
BPBD Jatim masih membuka donasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak swasta untuk membantu korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
– *Pengiriman Tahap Pertama*: Telah diberangkatkan pada Senin lalu menggunakan 1 unit truk dengan total bantuan lebih dari 8 ton.
– *Rencana Pengiriman Tahap Kedua*: Dijadwalkan berangkat pada 20 Agustus 2026 dengan tujuan Labuan Bajo. Target bantuan mencapai lebih dari 100 ton berupa logistik bahan makanan serta kebutuhan khusus perempuan dan anak.
*3. Penanganan Kekeringan dan Distribusi Air Bersih*
Menjelang puncak musim kemarau yang diprakirakan BMKG terjadi pada Agustus hingga September, BPBD Jatim mencatat perkembangan penanganan kekeringan:
– Dari 29 kabupaten/kota yang berpotensi terdampak, sebanyak 22 kabupaten telah menetapkan status Siaga Kekeringan.
– 15 kabupaten sudah melakukan penyaluran air bersih secara mandiri, di antaranya Bondowoso, Situbondo, Blitar, Ponorogo, dan Probolinggo.
– 11 kabupaten mengajukan permohonan dukungan anggaran dan logistik ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena anggaran daerah telah maksimal digunakan.
Untuk program jangka panjang seperti pembuatan sumur bor, kewenangan teknis berada di Dinas ESDM dan Dinas PU Cipta Karya. Sementara untuk penanganan darurat jangka pendek, BPBD mendapat dukungan pengeboran air dalam dari TNI dan BNPB.
BPBD Jatim mengimbau seluruh pemerintah kabupaten/kota yang mengalami krisis air agar segera mengajukan permohonan dropping air bersih. Tujuannya agar penyaluran bantuan dari Pemprov dapat merata dan tepat sasaran.(*/ady)
