Dishub Jatim Siapkan Sistem Transportasi Cerdas di TransJatim Koridor I

Bus dapat prioritas di simpang, lampu lalu lintas menyesuaikan kepadatan secara real time
Surabaya Motim – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur berencana menerapkan _Intelligent Transport System_ (ITS) atau Sistem Transportasi Cerdas pada layanan TransJatim. Langkah ini ditargetkan meningkatkan efisiensi perjalanan dan kualitas pelayanan transportasi publik.
Kepala Dishub Jatim, Dr.Ir.Nyono,S.T.,M.T menyampaikan rencana tersebut di Surabaya.
“Saya ingin satu koridor diterapkan ITS, termasuk simpang terkoordinasi dan prioritas bagi bus,” ujar Nyono.
*Dimulai dari Koridor I dengan Load Factor Tertinggi*
Penerapan ITS akan diawali melalui kajian di Koridor I TransJatim. Koridor ini dipilih karena memiliki tingkat keterisian penumpang atau _load factor_ yang tinggi.
Sistem akan menggunakan sensor di persimpangan jalan. Sensor itu membuat durasi lampu lalu lintas dapat berubah secara otomatis sesuai kepadatan kendaraan secara _real time_.
“Dengan teknologi itu, arah yang lebih padat akan mendapat waktu lampu hijau lebih lama dibanding jalur dengan volume kendaraan rendah,” jelas Nyono , Kamis (25/06/2026)
*Ada “Bus Priority” untuk TransJatim*
Selain lampu adaptif, Dishub Jatim juga menyiapkan skema _bus priority_. Dengan skema ini, bus TransJatim akan mendapat prioritas melintas saat mendekati persimpangan, sehingga perjalanan angkutan massal lebih lancar.
Nyono menyebut konsep tersebut sudah banyak diterapkan di berbagai negara sebagai bagian dari pengembangan transportasi publik modern.
*Dipadukan dengan Program Jalan Berkeselamatan*
Penerapan ITS akan digabung dengan program jalan berkeselamatan. Program ini meliputi penyediaan fasilitas keselamatan lalu lintas secara lengkap di sepanjang koridor layanan.
“Semua fasilitas keselamatan akan dikombinasikan dengan sistem angkutan publik berbasis ITS sehingga pelayanannya menjadi lebih baik,” kata Nyono.
*Rencana Ekspansi ke Malang*
Setelah Koridor I, konsep serupa juga direncanakan untuk wilayah Malang. Ini merupakan bagian dari pengembangan transportasi perkotaan berbasis teknologi di Jawa Timur.
Saat ini Dishub Jatim masih melakukan survei fasilitas dan infrastruktur yang ada di koridor-koridor tersebut sebelum implementasi.
Menurut Nyono, realisasi program bergantung pada dukungan anggaran pemerintah daerah. Namun, kajian teknis sudah mulai disiapkan untuk mempercepat penerapan sistem transportasi cerdas di Jawa Timur.(*/ady)