Gubernur Khofifah Bersama 4.000 Hafiz-Hafizah Khotmil Qur’an di Masjid Al Akbar, Wujud Syukur Dalam Rangka Hari Jadi Provinsi ke-81 Jawa Timur

Surabaya Motim – Ribuan penghafal Al-Qur’an memadati Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Sabtu (10/10/2026). Sebanyak 4.000 hafiz dan hafizah dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti Doa, Dzikir, dan Khotmil Qur’an dalam rangka mensyukuri Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan yang digelar bersama Gubernur Jawa Timur tersebut berlangsung khidmat. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari ribuan peserta yang duduk rapi di lantai utama masjid.

Beberapa tamu Undangan dari Ulama Besar Prof.Dr.Muhammad Fadhil Al -Zalani Al Hasani Beberapa Kepala OPD Jatim dan 4000 Hafiz-Hafizah , peserta hadir dalam kelompok besar sesuai daerah asal. Terlihat plakat bertuliskan Kabupaten Lamongan 150 orang, Kabupaten Trenggalek 150 orang, Kabupaten Bojonegoro 100 orang, dan beberapa hafiz – hafizah Kabupaten/kota lainnya. Mereka mengenakan busana muslim serba putih dengan selendang hitam berlis emas.
Tidak hanya orang dewasa, ratusan hafiz dan hafizah cilik juga turut ambil bagian. Mereka duduk tertib di barisan depan dengan mengenakan pakaian putih, menambah kekhidmatan acara.
Di atas panggung utama, jajaran pimpinan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, ulama, dan tokoh agama duduk bersama memimpin doa. Latar panggung bertuliskan “Doa, Dzikir, Khotmil Qur’an Mensyukuri Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur Bersama Gubernur Jawa Timur dan 4000 Hafiz/Hafizah”.
Acara ini menjadi wujud rasa syukur atas perjalanan panjang Jawa Timur selama 81 tahun. Melalui khataman Al-Qur’an massal, diharapkan Jawa Timur senantiasa diberi keberkahan, keselamatan, dan kemajuan.
Selain sebagai bentuk syukur, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta mempererat silaturahmi antar penghafal Al-Qur’an se-Jawa Timur.
Rangkaian doa bersama ini diharapkan menjadi penanda bahwa pembangunan Jawa Timur tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga diperkuat dengan nilai spiritual dan religius(*/ady).
