Gubernur Khofifah Lepas Ekspedisi 81 Gunung Arjuno: Patriotisme Ekologis dari Jawa Timur untuk Indonesia

Surabaya Motim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas Ekspedisi 81 Gunung Arjuno dari Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (15/8/2026).
Ekspedisi yang berlangsung pada 15–17 Agustus 2026 ini digelar sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain upacara kenegaraan, kegiatan ini mengusung pesan nasional tentang patriotisme, konservasi, dan pencegahan kebakaran hutan.
Mengusung tema *“Merawat Hutan, Mencegah Kebakaran, Menjaga Kehidupan, Menguatkan Indonesia”*, Khofifah menegaskan bahwa cinta tanah air harus diwujudkan secara nyata.

“Dari Grahadi, kita tidak sekadar melepas rombongan pendaki. Kita menitipkan amanah Merah Putih untuk dibawa menuju Gunung Arjuno, sekaligus mengirimkan pesan dari Jawa Timur kepada Indonesia bahwa mencintai tanah air berarti juga merawat bumi pertiwi,” ujar Khofifah.

*1.000+ Peserta dari 16 Provinsi*
Ekspedisi ini diikuti sekitar 500 peserta inti dan 650 peserta pendukung dari 41 entitas. Mereka mewakili sembilan unsur: instansi pemerintah, TNI–Polri, pecinta alam dan Pramuka, pendaki perempuan, mahasiswa dan pelajar, relawan, LSM, media, serta dunia usaha.
Peserta berasal dari 16 provinsi, mulai dari Bali, Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Lampung, NTB, NTT, Papua Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Sumatera Utara.
“Kehadiran peserta dari berbagai penjuru Nusantara menegaskan posisi Jawa Timur sebagai ruang temu nasional bagi gerakan konservasi, persaudaraan, dan patriotisme ekologis,” lanjut Khofifah.
Aksi Nyata di Ketinggian 3.339 mdpl.
Gunung Arjuno yang berada di kawasan Tahura Raden Soerjo merupakan penyangga ekologi penting Jawa Timur. Di sana peserta tidak hanya melakukan pendakian dan upacara. Rangkaian aksi meliputi:
– *Penanaman* pohon Ficus dan cemara gunung
– *Pemasangan* papan imbauan pencegahan kebakaran
– *Pembersihan* jalur pendakian
– *Pembentukan* formasi angka 81
– *Pembentangan* bendera Merah Putih sepanjang 81 meter menuju Puncak Arjuno
Semangat yang sama juga dikibarkan melalui upacara kemerdekaan di lima puncak dengan jalur pendek di Tahura Raden Soerjo: Lincing, Watu Jengger, Semar, Pundak, dan Cendono. Total lebih dari 1.000 orang bergerak dalam satu semangat kebangsaan di berbagai titik.
Ekspedisi dipimpin oleh Brigadir Jenderal TNI Dr. Singgih Pambudi Arinto, M.M.,M.Han., Kapok Sahli Kodam V/Brawijaya, yang juga bertindak sebagai Inspektur Upacara HUT ke-81 RI di Pasar Dieng pada 17 Agustus 2026.
*Pesan: Zero Fire, Zero Waste, Zero Vandalism*
Gubernur Khofifah berpesan agar seluruh peserta mengutamakan keselamatan dan memegang teguh prinsip _zero fire, zero waste, dan zero vandalism_. Peserta dilarang membuat api unggun, membuang puntung rokok, keluar jalur, merusak kawasan, mengambil flora dan fauna, serta meninggalkan sampah.
“Gunung bukan untuk ditaklukkan. Yang harus kita taklukkan adalah ego, kelalaian, dan kebiasaan buruk manusia terhadap alam. Puncak bukan ukuran utama keberhasilan. Ekspedisi ini berhasil apabila seluruh peserta kembali dengan selamat, tidak terjadi kebakaran, tidak ada sampah yang tertinggal, dan jejak pemulihan ekosistem terus terawat,” pesannya.
*Dukungan Kolaboratif*
Pada kesempatan tersebut, Bank Jatim juga menyerahkan satu unit kendaraan Hilux double cabin kepada UPT Tahura Raden Soerjo untuk mendukung patroli dan respons cepat pengendalian kebakaran hutan.
Khofifah berharap Ekspedisi 81 melahirkan jejaring relawan lintas provinsi dan generasi muda yang tidak hanya berjiwa Merah Putih, tetapi juga memiliki etika ekologis.
“Inilah semangat _memayu hayuning bawana_: merawat keharmonisan dan keselamatan dunia. _Jogo alas, jogo sumber banyu, jogo urip_: menjaga hutan berarti menjaga sumber air dan menjaga kehidupan,” pungkasnya.
*Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia*
*Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur*
*Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara.(*/ady)
