Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Daihatsu GranMax Blind Van, Solusi Praktis untuk Mendukung Kebutuhan Usaha
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Daihatsu GranMax Blind Van, Solusi Praktis untuk Mendukung Kebutuhan Usaha
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Daihatsu GranMax Blind Van, Solusi Praktis untuk Mendukung Kebutuhan Usaha
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Daihatsu GranMax Blind Van, Solusi Praktis untuk Mendukung Kebutuhan Usaha
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper

Hadapi TKA 26 Oktober, Gubernur Khofifah Suntik Semangat Ratusan Ribu Pelajar Jatim

By Redaksi Memo Timur
October 26, 2026
Gubernur Khofifah di Dampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai Ketika Meninjau Pelaksanna TKA di Jatim.

Surabaya Motim – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan doa, dukungan, dan motivasi kepada 438.126 murid jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat di Jawa Timur yang telah terdaftar dalam sistem Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan digelar mulai Senin, 26 Oktober 2026.

TKA merupakan instrumen terstandar untuk memperoleh gambaran capaian akademik murid. Hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber informasi untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dan menjadi pertimbangan dalam seleksi pendidikan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah berpesan agar seluruh murid tetap tenang, percaya diri, menjunjung tinggi kejujuran, serta tidak lupa memohon doa dan restu kedua orang tua.

“Untuk anak-anakku tercinta, para pelajar Jawa Timur, selamat mengikuti Tes Kemampuan Akademik. Hadapilah dengan tenang, penuh semangat, dan percaya diri. Percayalah pada kemampuan kalian serta proses belajar yang telah dijalani bersama bapak dan ibu guru. Awali dengan berdoa, jangan lupa memohon doa dan restu kedua orang tua. Insyaallah, ikhtiar yang sungguh-sungguh akan membawa hasil terbaik,” pesan Khofifah.

Khofifah juga mengingatkan bahwa hasil asesmen bukan satu-satunya ukuran masa depan, sehingga para peserta tidak perlu menghadapi ujian dengan kecemasan berlebihan.

“Jangan pernah merasa bahwa masa depan kalian hanya ditentukan oleh angka hasil ujian. Setiap anak memiliki kecerdasan, kelebihan, dan potensi yang berbeda. Yang terpenting adalah berusaha sungguh-sungguh, mengerjakan dengan jujur, dan memberikan kemampuan terbaik. Ibu percaya anak-anak Jawa Timur mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan,” ujarnya.

*Peran Orang Tua dan Guru*

Khofifah menilai kesiapan menghadapi asesmen tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga kondisi fisik, ketenangan pikiran, dan dukungan lingkungan terdekat. Untuk itu, ia mengajak para orang tua mendampingi anak dengan doa, kasih sayang, dan dorongan positif tanpa memberikan tekanan berlebihan.

“Kepada bapak dan ibu, para orang tua, mari kita dampingi anak-anak dengan doa, kasih sayang, dan kalimat-kalimat yang menguatkan. Jangan membebani mereka dengan tuntutan nilai yang berlebihan. Yakinkan bahwa kita bangga atas perjuangan dan kesungguhan mereka dalam belajar,” tuturnya.

Peran guru dan sekolah juga dinilai penting untuk membangun kesiapan mental murid. Khofifah berharap para guru dapat memberikan pendampingan yang menenangkan, menjelaskan tata tertib pelaksanaan, serta memastikan setiap peserta memahami jadwal dan sesi tes.

Ia turut mengingatkan murid agar menjaga kesehatan menjelang pelaksanaan TKA, beristirahat cukup, sarapan sebelum berangkat, menyiapkan kebutuhan tes, dan hadir tepat waktu sesuai jadwal.

*Kesiapan Teknis*

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang merujuk pada dasbor pusat TKA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 16 Oktober 2026, sebanyak 438.126 murid atau sekitar 94,54 persen dari total 463.397 calon peserta telah terdaftar dalam sistem.

Dari total 4.863 satuan pendidikan yang terdata, sebanyak 4.546 satuan pendidikan telah berstatus terdaftar final. Berdasarkan moda pelaksanaan, sebanyak 3.518 satuan pendidikan menggunakan moda daring penuh (_full online_), sedangkan 1.028 satuan pendidikan menggunakan moda semi daring (_semi online_).

Pemilihan moda disesuaikan dengan kondisi geografis dan ketersediaan jaringan internet di masing-masing wilayah untuk mendukung kelancaran asesmen.

TKA jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 secara bertahap sesuai pembagian gelombang. Menghadapi pelaksanaan tersebut, Khofifah meminta Dinas Pendidikan Jatim bersama seluruh cabang dinas dan kepala sekolah memastikan kesiapan teknis maupun administratif.

“Saya minta Dinas Pendidikan bersama seluruh cabang dinas dan kepala sekolah mengecek kembali kesiapan pelaksanaan TKA. Pastikan komputer, jaringan internet, pasokan listrik, ruang tes, serta proktor dan teknisi benar-benar siap. Siapkan langkah antisipasi dan jalur pelaporan yang jelas agar setiap kendala dapat segera ditangani,” tegasnya.

*Antisipasi Gangguan*

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan TKA terus dimatangkan, mulai dari pendataan peserta, kesiapan sarana pendukung, hingga petugas penyelenggara.

“Sesuai arahan Ibu Gubernur Khofifah, kami ingin memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar, tertib, dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh murid. Sekolah harus memastikan anak-anak bisa berkonsentrasi mengerjakan soal tanpa dibebani kekhawatiran terhadap kendala teknis,” ujar Aries.

Untuk mengantisipasi gangguan kelistrikan, sekolah penyelenggara mandiri diminta menyiagakan perangkat _uninterruptible power supply_ (UPS) untuk server maupun komputer proktor, serta genset apabila memungkinkan.

Dinas Pendidikan Jatim juga telah berkoordinasi melalui surat kepada PLN dan Telkom wilayah Jawa Timur untuk meminta penundaan pemeliharaan jaringan yang berpotensi mengganggu pasokan listrik maupun konektivitas selama jam pelaksanaan TKA.

“Apabila terjadi gangguan listrik atau internet, murid tidak perlu panik. Petugas sekolah telah disiapkan untuk melakukan penanganan. Kami juga memastikan setiap kendala ditindaklanjuti sesuai prosedur agar hak murid untuk mengikuti TKA tetap terlindungi,” tegas Aries.

Lebih lanjut, Aries menjelaskan bahwa hasil TKA tidak hanya memberikan gambaran capaian akademik bagi murid, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara pendidikan untuk pemetaan kebutuhan pembelajaran dan penguatan kompetensi murid.

“TKA bukan semata-mata tentang mendapatkan nilai tinggi. Bagi kami, hasilnya juga menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran agar semakin banyak anak Jawa Timur memiliki kompetensi yang unggul dan mampu bersaing di masa depan,” pungkasnya.(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Transparan dan Akuntabel, Dinsos Jatim Manfaatkan IKD untuk Verifikasi Ulang Penerima Bansos

Next

Pastikan Kualitas Infrastruktur, Gubernur Khofifah Tinjau Proyek Rp.13,9 Milliar Jalan Gubernur Suryo hingga A. Yani di Ngawi

SeedbacklinkBanner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.