Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Daihatsu GranMax Blind Van, Solusi Praktis untuk Mendukung Kebutuhan Usaha
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Daihatsu GranMax Blind Van, Solusi Praktis untuk Mendukung Kebutuhan Usaha
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Daihatsu GranMax Blind Van, Solusi Praktis untuk Mendukung Kebutuhan Usaha
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Daihatsu GranMax Blind Van, Solusi Praktis untuk Mendukung Kebutuhan Usaha
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper

Muktamar NU ke-35, Ning Lia Ajak Jaga Marwah dan Perluas Khidmah di Era Digital

By Redaksi Memo Timur
August 28, 2026
Dr. Hj. Lia Istifhama, S.Sos., S.H.I., S.Sos., I.M.E.I

Jombang , Motim – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang membawa pesan besar melalui tema *“Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa”*.

Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan refleksi tentang bagaimana NU menjaga jati diri sekaligus memperluas pengabdian di tengah perubahan zaman.

Dr.Hj.Lia Istifhama.,S.Sos.,S.H.I.,S.Sos.I.M.E.I Anggota DPD /MPR RI Jawa Timur dalam kegiatan di Muktamar Ke 35 di Jombang.

*Gen Z Punya Peran Kunci di NU*

Dalam konteks tersebut, Generasi Z menjadi bagian penting dari masa depan NU. Mereka adalah generasi yang akan meneruskan estafet perjuangan, sekaligus memiliki cara berbeda dalam melihat dan menghadapi perubahan dunia.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama atau akrab disapa Ning Lia, menilai tema Muktamar ke-35 NU memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan generasi muda.

“Menjaga marwah berarti menjaga nilai, adab dan jati diri. Sedangkan memperkaya khidmah berarti berani mencari cara-cara baru agar pengabdian tetap relevan. Di sinilah Gen Z memiliki peran yang sangat penting. Mereka bukan hanya penerima warisan nilai NU, tetapi juga harus menjadi pelaku yang mengembangkan nilai itu sesuai tantangan zamannya,” ujar Ning Lia.

*Tradisi Jadi Akar, Bukan Belenggu*

Menurut Ning Lia, menjaga marwah NU bukan berarti mempertahankan seluruh hal dengan cara lama. Marwah justru harus dijaga dengan memastikan nilai-nilai utama NU tetap hidup ketika zaman terus berubah.

“Tradisi harus menjadi akar, bukan belenggu. Kita boleh menggunakan teknologi, masuk ke ruang digital, mengembangkan ekonomi kreatif dan membangun inovasi, tetapi nilai adab, toleransi, gotong royong dan cinta Tanah Air tidak boleh hilang,” katanya.

Pandangan tersebut dinilai penting karena Gen Z merupakan generasi yang sangat dekat dengan teknologi digital. Mereka hidup dalam ruang informasi yang bergerak cepat dan memiliki kemampuan besar dalam membentuk opini publik.

*Khidmah Kini Masuk Ruang Digital*

Karena itu, memperkaya khidmah sebagaimana tema Muktamar ke-35 NU juga dapat dimaknai sebagai keberanian NU untuk masuk ke ruang-ruang baru yang menjadi bagian dari kehidupan generasi muda.

“Kalau dahulu khidmah banyak dilakukan melalui pesantren, masjid dan kegiatan sosial, hari ini khidmah juga bisa dilakukan melalui media digital. Membuat konten edukatif, melawan hoaks, menjaga persatuan, membangun usaha, menciptakan lapangan kerja dan mengedukasi masyarakat juga merupakan bentuk khidmah,” ujar Ning Lia.

Menurutnya, Gen Z memiliki energi besar yang tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa arah. NU memiliki tugas memberikan fondasi nilai agar energi tersebut dapat menjadi kekuatan produktif bagi bangsa.

“Gen Z memiliki kecepatan, kreativitas dan keberanian. NU memiliki pengalaman, tradisi keilmuan dan nilai yang telah teruji. Kalau kekuatan ini dipertemukan, kita tidak hanya sedang menyiapkan generasi penerus NU, tetapi sedang menyiapkan generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

*Berikan Ruang pada Gen Z sebagai Subjek Perubahan*

Jombang sebagai kota santri menjadi tempat yang memiliki makna simbolik kuat. Di kota ini, sejarah panjang pesantren dan NU bertemu dengan tantangan zaman yang terus berubah.

Karena itu, Muktamar NU ke-35 diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga melahirkan keberanian untuk membuka ruang lebih luas bagi anak muda.

“Jangan hanya mewariskan NU kepada Gen Z. Wariskan nilai-nilainya, berikan mereka ruang untuk berkreasi, lalu biarkan mereka membawa NU dengan cara yang sesuai zamannya. Dengan begitu, marwah tetap terjaga dan khidmah justru semakin kaya,” kata Ning Lia.

Pada akhirnya, tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa” memiliki pesan bahwa NU harus tetap berakar, tetapi tidak boleh berhenti bergerak.

Marwah adalah identitas. Khidmah adalah gerakan. Gen Z adalah energi masa depan.

Ketiganya perlu dipertemukan agar NU mampu terus memberikan manfaat bagi umat dan bangsa. (*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Sidang Paripurna DPRD Jatim , Tuntaskan Hak Guru dan Perkuat SMK, Ini Komitmen Gubernur Khofifah di Perubahan APBD 2026

Next

Presiden Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang, Gubernur Khofifah ; Semoga Jadi Momentum Perkuat Soliditas Organisasi dalam Menjawab Tantangan Zaman

SeedbacklinkBanner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.