Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Surabaya

Satu Lagi Dokter RSUD Dr Soetomo Meninggal karena Covid

By admin
August 3, 2021

Surabaya, Motim-Kabar duka kembali datang dari dokter di Kota Surabaya. Direktur Penunjang Medik RSU dr Soetomo, Prof Dr dr Hendrian Dwikoloso Soebagjo SpM (K) FICS tutup usia pukul 08.10 WIB, Selasa (3/8/2021).

Dokter spesialis mata ini mengembuskan nafas terakhirnya usai melawan virus COVID-19 yang ada di tubuhnya. Selama 33 hari, almarhum yang dikenal akrab dengan pewarta ini berjuang di ICU RSU dr Soetomo.

“Iya karena COVID-19. Dirawat selama 33 hari di sini (RSU dr Soetomo),” kata Dirut RSU dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi kepada wartawan selepas upacara penghormatan terakhir ke Prof Hendrian di halaman rumah sakit, Selasa (3/8/2021).

Joni mengaku selama merawat Prof Hendrian, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin. Bahkan seluruh kemampuan di RSU dr Soetomo telah dikerahkan untuk merawat dan menangani almarhum.

“Di RSU dr Soetomo ini sampai terapi COVID-19 yang paling baik sudah kita kerjakan. Support sudah kita lakukan semua dari perawatan COVID-19 terbaik kita kerjakan. Bahkan mencuci darah dengan plasmapheresis (Menyaring darah),” ujarnya.

Perkembangan dokter yang meninggal tersebut kerap dipantau setiap hari saat masih dalam perawatan. Para dokter yang berkompeten memonitor kondisinya setiap hari.

“Proses yang terjadi semuanya dirawat oleh tim, dokter kompeten, berpengalaman menangani beliau, setiap hari dimonitor. Kita sudah semaksimal mungkin,” jelasnya.

Sebelum mengembuskan nafas terakhir, jelas dia, dokter tidak menggunakan alat bantu pernafasan ventilator. Melainkan menggunakan ECMO atau perangkat medis yang digunakan untuk menggantikan fungsi paru-paru manusia yang telah kehilangan fungsi aslinya.

“Gunakan ECMO, di atasnya ventilator,” terangnya. (ady)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Tahanan Lapas Jember Meninggal Usai Demam Tinggi

Next

Pria Diduga Penyebar Wafer Bersilet Ditangkap

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.