Stok Aman, Pemprov Jatim Kejar Target Bongkar Ratu dan Catat Surplus Beras 1,8 Juta Ton

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Provinsi Jawa Timur.
Surabaya Motim – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur memastikan ketersediaan beras di wilayah Jatim berada dalam kondisi surplus dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
Meskipun tren harga gabah secara umum masih bertahan tinggi akibat tantangan iklim dan masa tanam, Jawa Timur mencatatkan surplus beras yang signifikan. Per Agustus, catatan surplus beras Jatim telah mencapai sekitar 1,8 juta ton. Surplus tersebut juga didistribusikan untuk menjaga stabilitas pasokan ke berbagai daerah lain, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
*Proyeksi Panen dan Pasokan Beras*
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno mengatakan, “Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memantau pergerakan harga beras di pasaran, khususnya untuk beras kualitas premium dan medium.
– *Kajian Harga Beras Premium*: Pemprov Jatim bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah mengkaji skema harga khusus untuk beras premium. Langkah ini diambil agar kestabilan harga tetap terjaga di tengah tren kenaikan harga gabah.
– *Capaian Gabah Kering Giling (GKG)*: Berdasarkan data dan prediksi BPS, produksi GKG Jatim hingga Oktober diproyeksikan telah menembus angka lebih dari 9 juta ton. Pemprov optimistis target tahunan sebesar 12,4 juta ton GKG dapat tercapai.
– *Siklus Panen*: Panen skala sedang diperkirakan berlangsung pada Oktober, diikuti panen lanjutan pada November dan Desember dari hasil tanam bulan Juli–Agustus. Sementara itu, puncak panen raya berikutnya diproyeksikan terjadi pada Februari–Maret dari masa tanam Oktober–Desember.”
*Akselerasi Program Bongkar Ratu*
Untuk memperkuat ketahanan pangan, Pemprov Jatim menggenjot pelaksanaan program perluasan areal tanam atau _Bongkar Ratu_ bekerja sama dengan kementerian terkait serta pemerintah kabupaten/kota.
– *Progres Realisasi*: Dari target perluasan seluas 54.000 hektare, capaian hingga pertengahan September telah menembus 35.400 hektare. Sisa target yang perlu dikejar sekitar 18.600 hektare.
– *Wilayah Potensial*: Kabupaten Situbondo telah mencatatkan realisasi 100 persen. Sementara itu, target penambahan luas tanam difokuskan pada daerah-daerah berpotensi besar seperti Malang, Kediri, Blitar, Lumajang, dan Bondowoso.
– *Persiapan Masa Tanam*: Pemprov Jatim telah berkoordinasi dengan para Sekda kabupaten/kota untuk memaksimalkan pendataan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) sepanjang September. Dengan begitu, saat curah hujan mulai turun pada Oktober–Desember, aktivitas penanaman bisa langsung berjalan maksimal,” terangnya di Surabaya, Senin (14/9/2026).
*Dukungan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)*
Sebagai langkah antisipasi terhadap risiko gagal panen atau puso akibat faktor cuaca atau bencana alam, Pemprov Jatim menyiagakan anggaran perlindungan bagi para petani.
– *Alokasi Anggaran*: Pemprov Jatim menyiapkan anggaran sekitar Rp1,2 miliar untuk skema Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
– *Perlindungan Petani*: Program asuransi ini diperuntukkan bagi para petani yang terdaftar agar dapat mengajukan klaim ganti rugi apabila lahan pertanian mereka mengalami gagal panen.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, dan para petani, Pemprov Jawa Timur optimistis mampu menjaga kestabilan pangan regional sekaligus berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. (*/ady)
