Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekonomi Bisnis
  • Epaper

Wagub Emil Lepas Kontingen Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia(PSAI) Jatim , Pemprov Komitmen Bangun Fasilitas Khusus dan Perda Disabilitas

By Redaksi Memo Timur
July 22, 2026
Wagub Emil Elestianto Dardak didampingi Kadinsos Jatim Restu Novi Widiani ,Sekretaris Dishub Jatim Pak Farit dan Dispora Jatim Pak Wahab serta Tim Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia( PSAI) Jawa Timur di Bina Loka Jl.Pahlawan Surabaya.

Surabaya Motim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur secara resmi melepas keberangkatan kontingen atlet disabilitas Jatim yang akan berlaga di Kompetisi Olahraga Nasional di Bogor, Jawa Barat.

Acara pelepasan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Kepala Dinas Sosial Jatim, perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), jajaran KORMI, serta Ketua dan Wakil Ketua Pengda SOIna Jawa Timur.

Para atlet yang diberangkatkan berasal dari berbagai kelompok usia dan telah melalui pembinaan panjang. Beberapa di antaranya bahkan telah mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan internasional, seperti di Turki dan Bangladesh.

Wagub Emil menegaskan, keberangkatan ini merupakan wujud semangat dan tekad Jawa Timur untuk mengibarkan nama daerah di tingkat nasional.

“Para atlet ini adalah sosok-sosok berprestasi dengan _special ability_ atau kemampuan khusus. Tidak mudah mencapai titik ini. Kita semua harus terus mendukung melalui sinergi lintas dinas, baik Dinas Sosial maupun Dispora,” ujar Emil.

*Inisiasi Fasilitas Olahraga Khusus dan Perda Disabilitas*
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemprov Jatim saat ini tengah merintis pembangunan fasilitas olahraga yang dirancang khusus untuk atlet berkebutuhan khusus di Jawa Timur.

Selain itu, Pemprov bersama pemangku kepentingan terkait juga sedang memproses Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Disabilitas. Diharapkan perda ini mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

“Semangat kita adalah mengubah paradigma. Disabilitas bukan lagi dipandang sebagai _disability_, melainkan _different ability_ atau _special ability_. Ini adalah bentuk penghargaan terhadap kemanusiaan dan warga negara yang berprestasi,” terang perwakilan pengurus SOIna Jatim, Hikmah.

Dengan adanya dukungan fasilitas dan regulasi, Pemprov Jatim berharap seluruh cabang olahraga khusus disabilitas ke depan dapat terakomodasi secara optimal.

*Dorong Ekosistem Olahraga Inklusif*
Pemprov juga mendorong terbentuknya ekosistem olahraga yang inklusif dan berkelanjutan. Tujuannya agar bakat dapat tumbuh sejak dini, sekaligus memberi ruang bagi semua kelompok usia, termasuk kategori dewasa hingga usia 60 tahun.

“Pengelolaan cabang olahraga tidak bisa disamaratakan secara kaku. Ada yang baru berkembang di usia dewasa karena perjalanan hidupnya. Karena itu prinsip inklusivitas harus kita tegakkan agar semua potensi terwadahi,” jelas Emil.

*Beberapa poin penting yang ditekankan:*
– *Komitmen Inklusivitas*: Ekosistem olahraga terbuka untuk semua usia. Olahraga adalah milik semua lapisan masyarakat.
– *Potensi Kompetisi Regional*: Saat ini telah terdata 7 tim, dengan 5 tim aktif bertanding. Jumlah ini menjadi modal awal untuk merintis kejuaraan berkala tingkat Jatim, seperti Liga Jatim, Piala Provinsi, atau Piala Gubernur.
– *Penguatan Fasilitas*: Diperlukan langkah cepat dalam penyediaan dan peningkatan sarana olahraga pendukung agar kompetisi dapat berjalan berkelanjutan.

“Dengan tim yang sudah ada saat ini, kita bisa segera menindaklanjuti rintisan kompetisi skala Jawa Timur. Fasilitasnya juga harus kita siapkan agar iklim kompetisi tidak terhenti,” pungkas Emil.

Pihak terkait akan segera menindaklanjuti wacana pembentukan kompetisi regional tersebut, sekaligus merintis ketersediaan fasilitas agar pembinaan atlet disabilitas di Jatim berjalan berkesinambungan.(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

DPRD Jatim Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026, Borong 1000 Porsi UMKM untuk Warga Gratis

Next

Sinergi Cegah Gangguan Mental: RS Prof. Dr. Moeljono Gandeng Komunitas, Soroti Isu Kesehatan Mental Laki-laki

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.