Peringati Hari Jadi Provinsi ke-81Jatim , Usung Tema Jatim Unggul Maju Berkelanjutan, Gubernur Khofifah Tegaskan Nawa Bhakti Satya Jadi Kompas Pembangunan Hingga 2029

Surabaya Motim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan capaian pembangunan melalui program Nawa Bhakti Satya dalam Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (13/10/2026).
Mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat daya saing daerah, memperluas kesempatan bagi masyarakat, dan menjaga keberlanjutan pembangunan.
Dalam amanatnya, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kerja bersama untuk menghadirkan pembangunan berkualitas, meningkatkan kesejahteraan, serta mewujudkan pelayanan publik yang semakin prima.

Ia menegaskan, keunggulan Jawa Timur harus terus dikembangkan sebagai modal meningkatkan daya saing dengan tetap menjaga keseimbangan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Melalui Nawa Bhakti Satya, pembangunan diarahkan agar semakin menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat secara merata.
“Langkah besar pembangunan Jawa Timur kita wujudkan bersama melalui Nawa Bhakti Satya, sembilan pengabdian mulia yang menjadi kompas prioritas pembangunan Jawa Timur hingga 2029,” ujarnya.
*Kemiskinan Turun, Pengangguran Terjaga*
Pada pilar Jatim Sejahtera, Khofifah menyampaikan bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Timur terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Maret 2026, tingkat kemiskinan Jawa Timur turun menjadi 9,06 persen dari 9,50 persen pada tahun sebelumnya. Sementara itu, tingkat kemiskinan ekstrem tercatat sebesar 0,29 persen pada 2025.
Capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta perluasan kesempatan kerja agar semakin banyak masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraannya secara mandiri.
“Ini menjadi optimisme kita untuk dapat menurunkan kemiskinan ekstrem hingga nol persen. Pada pilar Jatim Kerja, Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,42 persen. Catatan TPT ini menjadi capaian yang menunjukkan resiliensi ekonomi kita,” katanya.
*Jatim Kokoh Sebagai Lumbung Pangan Nusantara*
Di sektor pangan, Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur semakin memperkuat posisinya sebagai Lumbung Pangan Nusantara melalui program Jatim Agro. Sepanjang 2025, produksi gabah kering giling mencapai lebih dari 10,4 juta ton atau berkontribusi terhadap 17,34 persen kebutuhan beras nasional.
Selain padi, berbagai komoditas strategis, termasuk jagung, tebu, daging, susu, telur, dan perikanan, turut menjadi kekuatan produksi daerah. Menurut Khofifah, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras petani, peternak, dan nelayan yang menopang sektor pangan Jawa Timur.
“Kita memahami bahwa kedaulatan pangan lahir dari kerja keras petani yang setia merawat bumi, dari ketekunan peternak di kandang-kandang peluh, dan dari keberanian nelayan kita menembus ombak samudra. Karena ketekunan panjenengan semua, hari ini Jawa Timur berdiri tegak dengan kebanggaan yang luar biasa,” tuturnya.
*Jatim Cerdas dan World Class Education*
Di bidang pendidikan, Pemprov Jatim memperkuat program Jatim Cerdas melalui perluasan kesempatan belajar dan program Jatim World Class Education. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan vokasi, perguruan tinggi, dan pendidikan di lingkungan pesantren.
“Melalui beasiswa santri unggul, penguatan vokasi, hingga kolaborasi prestisius dengan King’s College London, kita sedang mencetak talenta-talenta berdaya saing internasional. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di Jawa Timur menemukan ruang terbaiknya untuk tumbuh dan mekar,” tegasnya.
Khofifah menambahkan, pendidikan diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya sumber daya manusia yang mampu berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, penelitian, kewirausahaan, seni, hingga kepemimpinan.
“Dari ruang-ruang kelas yang kita bangun hari inilah, kelak akan lahir para guru yang mencerahkan, tenaga kesehatan yang tangguh, peneliti yang inovatif, pengusaha yang membuka lapangan kerja, seniman yang menghaluskan budi, serta para pemimpin besar yang akan meneruskan kejayaan Jawa Timur,” imbuhnya.
*Jatim Sehat, Majadigi, dan Gerbang Baru Nusantara*
Sementara itu, melalui pilar Jatim Sehat, Jawa Timur terus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat. Hingga September 2026, cakupan perlindungan jaminan kesehatan masyarakat Jawa Timur mencapai 96,12 persen, sedangkan angka usia harapan hidup tercatat 75,36 tahun.
Pada pilar Jatim Berkah–Amanah, transformasi tata kelola pemerintahan juga terus diperkuat melalui Ekosistem Majapahit Digital (MAJADIGI). Per September 2026, integrasi layanan dalam ekosistem digital tersebut telah mencakup 241 layanan untuk mendukung pelayanan publik dan administrasi pemerintahan yang lebih efektif.
Adapun melalui Jatim Harmoni dan Jatim Lestari, Pemprov Jatim mendorong pembangunan inklusif dengan tetap menjaga kelestarian alam. Khofifah juga menekankan pentingnya memastikan peran Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara memberikan manfaat yang semakin merata bagi masyarakat di seluruh wilayah provinsi.
“Peran sebagai Gerbang Baru Nusantara juga harus membawa manfaat yang semakin merata di dalam Jawa Timur,” tegasnya.
Menurut Khofifah, falsafah Jer Basuki Mawa Beya mengingatkan bahwa keberhasilan membutuhkan kesungguhan, kerja keras, dan pengorbanan. Dengan semangat tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat mempererat sinergi dan kolaborasi untuk melanjutkan pembangunan Jawa Timur.
“Mari kita lanjutkan langkah bersama, kita kuatkan keunggulan Jawa Timur, kita perluas kesempatan bagi masyarakat, dan kita jaga keberlanjutan pembangunannya,” pungkasnya.
*Anugerah Lencana Jer Basuki Mawa Beya*
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyematkan Tanda Kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada jajaran pejabat publik, tokoh masyarakat, penggiat sosial, hingga pelaku usaha yang dinilai memberikan kontribusi besar bagi Jawa Timur.
Lencana Jer Basuki Mawa Beya Kategori Emas dianugerahkan kepada 13 tokoh. Beberapa penerimanya antara lain Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara R. Narendra Jatna, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Abdul Qohar AF, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, serta Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Pol. Budi Mulyanto.
Sementara itu, Tanda Kehormatan Kategori Perak diberikan kepada empat insan inspiratif, yakni Kabag Ops BINDA Jawa Timur Kombes Pol. Aditya Puji Kurniawan, Ketua Koalisi Disabilitas Jatim Abdul Majid, Ketua Mangrove Center Indonesia Ali Mansur, serta penggiat disabilitas mental Taufiq Wahyu Triyanto.
Pada peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur tersebut, Khofifah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa capaian yang diraih pemerintah provinsi merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak.
“Sinergi di antara semua, insya Allah telah menghasilkan capaian-capaian signifikan yang kita sampaikan tadi dari Nawa Bhakti Satya. Jadi proses yang kita lakukan adalah karena dukungan semua pihak,” katanya.
Khofifah mengatakan Pemprov Jatim akan terus berupaya meningkatkan kualitas pembangunan dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
“Insya Allah apa yang kita capai hari ini, banyak hal di mana kita sudah menjadi yang terbaik dari semua provinsi yang ada. Tapi kita akan terus melakukan lebih baik dan lebih bermanfaat lagi. Terima kasih,”
pungkasnya.(*/ady).
