Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

Memo Timur Memo Timur Memo Timur

Jujur - Cerdas - Berani

  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
  • Home
  • Jember
  • Headline
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Pemerintahan
  • Surabaya
  • Gresik
  • Bondowoso
  • Politik
Close

Search

Subscribe
Headline Jember Peristiwa Surabaya

Puasa Pertama Ramadan 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

ember – Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang dilaksanakan selama satu bulan penuh dengan menahan…

Redaksi Memo Timur
By Redaksi Memo Timur
On
February 5, 2026
Headline Pemerintahan Peristiwa Surabaya

Proses Pengajuan Hibah APBD Jatim Harus Lolos Verifikasi Berlapis, Bappeda Buat Kamus Usulan

Surabaya Motim – Hibah dalam bentuk uang maupun barang diperbolehkan diberikan oleh pemda pada BUMD, BUMN maupun…

Redaksi Memo Timur
By Redaksi Memo Timur
On
February 5, 2026
Headline Hukum dan Kriminal

Buka Lumayan Lama , KIMOCHI Thematic SPA Diduga Tidak Kantongi Izin Kelengkapan Usaha

Surabaya Motim – Lembaga Persatuan Pemuda Pengayom Masyarakat atau yang biasa di sebut LP3M akan melaporkan…

Redaksi Memo Timur
By Redaksi Memo Timur
On
February 5, 2026
Headline Peristiwa

Bolehkah Puasa Senin Kamis Setelah Nisfu Syaban? Ini Penjelasan Lengkap Ulama Fikih

Jember – Umat Islam saat ini telah memasuki paruh kedua bulan Syaban 1447 Hijriah, tepatnya setelah tanggal 15…

Redaksi Memo Timur
By Redaksi Memo Timur
On
February 4, 2026
Headline Peristiwa

Olimpiade Musim Dingin 2026: Jadwal Lengkap, Lokasi, dan Cara Menonton

Jember – Bulan Februari 2026 bukan hanya menjadi momen besar bagi penggemar sepak bola Amerika. Meski Super Bowl…

Redaksi Memo Timur
By Redaksi Memo Timur
On
February 4, 2026
Headline Peristiwa

Penyebab Siswa SD Gantung Diri di NTT Terungkap: Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika…

Redaksi Memo Timur
By Redaksi Memo Timur
On
February 4, 2026
HeadlinePeristiwaSurabaya

Ketua Umum KONI Jatim Raih Penghargaan Tokoh Olahraga Jawa Timur

By Redaksi Memo Timur
August 3, 2025

Surabaya Motim – Semangat membangun olahraga Jawa Timur menuju prestasi dunia terus digaungkan oleh Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil.

Sejak dilantik memimpin organisasi olahraga tertinggi di provinsi ini, Nabil menegaskan tekadnya untuk mencetak atlet-atlet Jatim yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga meraih prestasi di kancah internasional.

Namun, baginya, prestasi semata bukanlah satu-satunya tujuan. Muhammad Nabil memiliki visi jangka panjang: atlet-atlet Jawa Timur harus sejahtera, bahkan setelah mereka gantung sepatu.

“Sudah saatnya kita tidak hanya menargetkan emas, tetapi juga memastikan kehidupan atlet tetap terjamin ketika mereka pensiun. Mereka adalah aset bangsa,” ujar Nabil dalam beberapa kesempatan.

Semangat dan prestasi inilah yang membuat Muhammad Nabil meraih penghargaan Tokoh Olahraga Jawa Timur, dalam ajang Radar Surabaya Award 2025.

Perhatian Muhammad Nabil tidak berhenti pada prestasi di lapangan. Ia justru lebih jauh memikirkan kehidupan atlet setelah masa kejayaan mereka berakhir.

Menurutnya, sudah saatnya sistem olahraga di Indonesia tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga mencetak atletpreneur—yakni atlet yang dibekali keahlian untuk mandiri secara ekonomi setelah pensiun dari arena.

“Atlet jangan hanya jago saat muda, lalu di masa tua hidupnya terabaikan. Kita harus siapkan sejak dini agar mereka punya bekal hidup. Bisa jadi pelatih, pengusaha, manajer, atau akademisi. Intinya, tidak ada atlet pensiun yang miskin,” tegasnya.

Ia mencontohkan pengalaman pahit seorang atlet pencak silat Jatim yang semasa aktif menyumbang banyak medali, tetapi saat pensiun mengalami gagal ginjal dan jantung tanpa jaminan finansial yang memadai.

Dari situlah Nabil mulai menyusun konsep pembinaan berkelanjutan, tidak hanya soal teknik dan fisik, tetapi juga keterampilan hidup (life skill) dan edukasi ekonomi.

Ia mengupayakan agar para atlet senior dapat diberikan pelatihan wirausaha, pelatihan pemasaran digital, hingga akses pendampingan keuangan.

Dalam program KONI Jatim, gagasan ini mulai dirintis melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, UMKM, dan pelaku industri.

Atlet yang berada di tahun-tahun terakhir masa aktifnya diarahkan mengikuti program pelatihan keahlian tambahan, seperti:

– Manajemen olahraga
– Pelatihan bisnis kecil dan menengah
– Literasi keuangan
– Kursus kepelatihan dan lisensi resmi
– Edukasi digital branding

“Saya ingin atlet tidak hanya jago di lintasan, tetapi juga bisa membuka usaha gym, menjadi pelatih pribadi, bahkan membuat produk nutrisi sendiri. Itu yang saya sebut atletpreneur,” jelas mantan Komisioner KPU Jatim ini.

Menurutnya, mental juara harus diubah menjadi mental pengusaha, apalagi para atlet sudah terbiasa disiplin, bekerja keras, dan memiliki jaringan luas. Hanya tinggal diberi fasilitas dan pendampingan yang tepat.

Nabil sadar bahwa membangun sistem seperti ini tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi lintas sektor—baik pemerintah, swasta, komunitas, hingga akademisi.

“Saya sangat mendukung kalau ada pihak ketiga yang ingin membantu. Bisa ke cabornya langsung, ke atletnya langsung. Yang penting visinya sama: menjaga masa depan atlet agar tetap sejahtera,” katanya.

Ia juga berharap peran pemerintah daerah semakin aktif dalam membuka akses pelatihan kerja, beasiswa akademik, hingga kesempatan kerja bagi para mantan atlet.

Dalam upaya menjawab tantangan zaman, Nabil membawa pendekatan ilmiah ke dalam sistem pembinaan olahraga.

Sport science atau ilmu keolahragaan menjadi salah satu pilar utama dalam strategi KONI Jatim di bawah kepemimpinannya.

Penggunaan data, analisis performa, nutrisi, hingga psikologi olahraga mulai diterapkan untuk mengoptimalkan potensi para atlet.

Kita tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional. Dengan sport science, pelatih dan atlet bisa mengambil keputusan lebih tepat berdasarkan data dan ilmu pengetahuan,” terang Nabil.

Pendekatan modern ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menyiapkan atlet Jawa Timur menghadapi persaingan global, termasuk menghadapi multievent seperti PON, SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade.

Olahraga Jawa Timur Naik Kelas Lewat Porprov
Tidak hanya membina atlet elite, Muhammad Nabil juga menaruh perhatian besar pada pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, yang selama ini menjadi ajang pembinaan dan pencarian bakat.

Di tangan Nabil, Porprov mengalami transformasi. Ia mendorong agar event olahraga dua tahunan ini tidak hanya menjadi panggung adu prestasi semata, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal dan ajang pembangunan ekosistem olahraga daerah.

“Porprov harus naik kelas. Ini bukan sekadar pertandingan, tetapi juga momentum meningkatkan ekonomi masyarakat, pariwisata, dan infrastruktur daerah,” ujarnya.

Inisiatif ini terbukti berdampak. Tuan rumah Porprov kini tidak hanya menyiapkan venue, tetapi juga mengembangkan sektor UMKM, destinasi wisata, serta memperkuat citra daerah masing-masing.

Dengan gaya kepemimpinan yang inklusif dan progresif, Muhammad Nabil telah menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya tentang medali, tetapi juga kesejahteraan, ilmu pengetahuan, dan pembangunan daerah.

Kehadiran Nabil sebagai Ketua KONI Jatim membuka babak baru dalam sejarah olahraga provinsi ini.

Ia membawa harapan bahwa Jawa Timur tidak hanya akan terus menjadi lumbung atlet nasional, tetapi juga mampu mencetak juara dunia yang bangga menjadi bagian dari Tanah Majapahit
(*/ady)

Author

Redaksi Memo Timur

Follow Me
Other Articles
Previous

Diskop dan UKM Jatim Gelar Opening Ceremony The 12th K-UKM Expo 2025

Next

BPBJ Jatim Tampilkan Jatim Bejo di Opening Ceremony The 12th K-UKM Expo 2025 di Royal Plaza

Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id
Copyright 2026 — Memo Timur. All rights reserved.